Home Ekonomi Dody Akui KLHK Menyegel Lahan PT ABT

Dody Akui KLHK Menyegel Lahan PT ABT

Tebo, Gatra.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT) Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo menjadi sorotan banyak pihak, termasuk salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Informasi yang dirangkum Gatra.com, pihak KLHK telah turun ke lokasi lahan konsesi PT ABT yang terbakar dan melakukan penyegelan.

Direktur PT ABT, Dody Rukman tidak menampik terkait informasi tersebut, "Iya, kemarin kita bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tebo dan instansi terkait ikut mendampingi pihak KLHK ke lokasi kebakaran," kata Dody dikonfirmasi Gatra.com, Senin (23/9).

Dody menjelaskan jika penyegelan tersebut untuk kepentingan penyelidikan terkait Karhutla. Sebagai Dirut PT ABT, dia berharap kepada KLHK dan aparat penegak hukum segera menyelidiki kasus kebakaran itu.

"Kita sangat dirugikan atas kebakaran itu. Yang jelas penyegelan yang dilakukan untuk kepentingan penyelidikan bukan penyetopan aktivitas PT ABT," ujar dia.

Ditanya berapa luasan lahan PT ABT yang terbakar, dan apa upaya yang dilakukan oleh pihak perusahaan, Dody berkata,"Pendataan terakhir, luasan lahan yang terbakar lebih dari 100 hektar. Tim Karhutla kita saat ini standby di lokasi. Sewaktu-waktu ada Karhutla, tim bisa langsung antisipasi," katanya.

Disinggung apa penyebab dan siapa pelaku Karhutla, Dody mengaku tidak tahu. Namun dia berpendapat jika salah satu penyebab Karhutla di lokasi lahan konsesi PT ABT adalah kurang tegasnya tindakan pemerintah terhadap pelaku perambah dan ilegal loging di lokasi tersebut.

"Ini sudah berulang kali kita laporkan, namun belum ada tindakan tegas dari pemerintah. Sementara saat kita hendak berbuat, kita terhalang oleh masyarakat yang dari awal tidak menerima keberadaan kita di sana," katanya.

Agar tidak terjadi Karhutla dikemudikan hari, Dody berharap adanya ketegasan dari pemerintah untuk menindak para penggarap lahan (perambah) maupun pelaku ilegal loging di lokasi PT ABT.

"Kalau masyarakat yang menggarap lahan di bawah 10 hektar masih kita toleransi. Tapi fakta di lapangan ada satu orang yang menguasai 300 Ha bahkan ada yang sampai 900 Ha. Ini yang kita tidak terima. Dan penguasaan lahan yang seperti ini saya duga menjadi pemicu Karhutla," katanya.

Diketahui, dari data yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo, ada 7 perusahaan di Tebo yang lahannya terbakar di antaranya, PT SKU, PT TMA. PT LAJ, PT MAKIN GROUP, PT ABT, PT MEGA SAWINDO dan PT WKS.