Home Politik Dua Mahasiswa Tewas, Polri Klaim Tak Gunakan Peluru Tajam

Dua Mahasiswa Tewas, Polri Klaim Tak Gunakan Peluru Tajam

Jakarta, Gatra.com - Polri mengonfirmasi kabar meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) saat aksi tolak UU dan RUU kontroversial di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kedua mahasiswa itu adalah La Randi dan Muhammad Yusuf Kardwi.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal, mengatakan, Polri menyesali insiden tersebut. Ia menyampaikan, pihaknya tidak membekali personel dengan peluru tajam yang mengamankan jalannya aksi.

"Dalam mengamankan, melayani, unjuk rasa adik-adik mahasiswa beberapa hari lalu sampai hari-hari ke depan dilarang menggunakan senjata. Senjata tidak dibawa itu, apalagi menggunakan peluru karet apalagi peluru tajam. Wong senjatanya saja enggak dibawa," klaim Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/9).

Iqbal menjelaskan, pihaknya hanya membawa pentungan, tameng, dan helm. Selain itu, ia membenarkan bahwa aparat dibekali gas air mata.

"Personel pengamanan hanya dilengkapi dengan itu dan juga dilengkapi water canon, gas air mata maksimal. Itu pun sangat tergantung dengan eskalasi di lapangan," ujar Iqbal.

Sebelumnya diberitakan, La Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO, meninggal karena luka tembak di dada sebelah kanan. Sementara Muhammad Yusuf Kardwi, mahasiswa Fakultas Teknik UHO, meninggal setelah berjuang dalam masa kritis akibat luka di kepala.

Keduanya dinyatakan menghembuskan napas terakhir pada Kamis (26/9). Kedua jenazah juga sudah diautopsi untuk keperluan penyidikan. 

123