Home Hukum Anggota Ormas Ternama di Bali Aniaya Pemuda Belasan Tahun

Anggota Ormas Ternama di Bali Aniaya Pemuda Belasan Tahun

2320

Denpasar, Gatra.com - Salah satu anggota Ormas ternama di Bali melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Ahmad Suhendra (19).  Pelaku diketahui bernama Fransiskus Mnahonin, yang adalah tetangga korban. Penganiayaan dilakukan pada Selasa (1/10) tengah malam, pukul 24.00 WITA di Jalan Cokroaminoto, Gang Pucuk III, Blok C Ubung, Kota Denpasar, Bali. Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka robek dengan enam jahitan di bagian kepala bagian atas.

Wakapolres Denpasar, AKBP Benny Setiawan lantas menjelaskan kronologisnya. Diketahui, pada Selasa, sekira pukul 23. 50 WITA, korban kembali dari berdagang menuju rumahnya, yang merupakan TKP.  Sesampai di halaman rumah, tiba-tiba korban didatangi oleh pelaku yang tengah mengomel-omel karena terganggu akibat suara motor yang terdengar keras. Korban mengaku tak tahu menahu soal bunyi itu.

Belakangan, pelaku masuk ke kemar kosnya dan korban masih ada di halaman rumah. Ketika korban hendak mengambil sepeda motor untuk memindahkan barang dagangannya, tak disangka pelaku mendadak keluar dari kamar sembari membawa sebuah kursi kayu kecil dan memukulkan kursi kayu tersebut ke kepala bagian atas korban. 

Melihat kejadian itu, ibu korban datang sehingga terjadi cekcok antara pelaku dan ibu korban. Usai ribut-ribut, pelaku kembali masuk kamar kosnya dan meninggalkan korban serta ibunya di TKP. "Selanjutnya korban bersama keluarga melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian," jelas Benny di Polresta Kota Denpasar, Bali, Senin (7/10). 

Selanjutnya tim melakukan penyelidikan, serta penangkapan terhadap pelaku pada Rabu, (2/10), pukul 13.00 WITA di tempat tinggal pelaku . Pelaku mengakui memang benar telah melakukan pemukulan dengan menggunakan kursi kayu kecil terhadap korban. Sebelum kejadian, pelaku bersama teman-temannya sempat menenggak minuman beralkohol di Jl. Pidada Denpasar.

Barang bukti yang diamankan polisi yakni kursi kayu kecil yang digunakan pelaku serta pakaian korban yang terciprat darah. Atas perbuatanya pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP dan diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS