Home Kebencanaan Delapan Warga Ambon Terluka Akibat Gempa 5.2 SR

Delapan Warga Ambon Terluka Akibat Gempa 5.2 SR

965

Ambon, Gatra.com- Pusat gempa berada di daratan Pulau Ambon, Provinsi Maluku. Guncangannya sekuat 5.2 SR. Dampaknya, satu orang meninggal, 8 luka-luka dan sejumlah bengunan runtuh, Kamis (10/10/2019).

Gempa yang terjadi pukul 13.39 WIT kemudian disusul dengan magnetudo 4.6 SR pukul 13.42 WIT ini, juga menyebabkan gelombang pengungsi. Ribuan warga di Pulau Ambon mengungsi ke daerah ketinggian.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, korban meninggal adalah Vincen Jonathan Ananto. Siswa SMP Kalam Kudus ini tertimpa reruntuhan bangunan pertokoan. Kepala anak 15 tahun ini pecah bersimbah darah.

Sementara 8 korban luka-luka yaitu Karl Heins Siahaya (42), Vido Maitimu (21), Alonso (15), Maya Wermasubun (44), Soni Kailola (46), Amril (72), Wa Sinta (64), dan Kristian Hadi Putra (36). Semuanya warga Kota Ambon.

Pantauan Gatra.com, gempa yang mengguncang sebanyak 8 kali hanya berselisih beberapa menit hingga pukul 14.27 WIT itu, kembali menciptakan gelombang pengungsi.

Lapangan Hatukau di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau dan kawasan Pasar Transit Desa Passo Kecamatan Baguala, Kota Ambon, menjadi tempat ketinggian yang diincar warga setempat.

Di lapangan Hatukau, warga kembali membangun tenda seadanya di setiap sisi dan tengah lapangan. Hal serupa juga terjadi di Passo. Warga membangun tenda di tengah jalan transit Passo.

"Gempa sangat kuat. Infonya tadi akan ada tsunami," kata Santi kepada Gatra.com di kawasan Transit Passo.

Sejumlah bangunan juga tampak hancur. Di kawasan pasar transit Passo terdapat 3 gedung pemerintahan yang rusak. Diantaranya Gedung Ambon City of Music dan UPTD Metrologi Kota Ambon. Bangunan ini saling bersebelahan.

Di sebelah dua bangunan itu, terdapat Gedung Perkantoran yang digunakan oleh Dinas Sosial, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Desa. Langit-langit bangunan ini runtuh. Dinding luar bangunan berlantai 3 itu juga mengalami keretakan.

Tak jauh dari lokasi itu, satu unit rumah warga yang berada di RT 040 RW 08 kompleks perumahan puskopad, kawasan pasar transit Passo, juga terlihat nyaris roboh. Tiang-tiang rumah hancur hingga menyebabkan rumah mengalami kemiringan dan nyaris ambruk.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS