Home Kebencanaan Pasca Gempa, Pemprov Maluku Fokus Penanganan Pengungsi

Pasca Gempa, Pemprov Maluku Fokus Penanganan Pengungsi

168
Ambon, Gatra.com - Percepatan penanganan bencana akibat gempabumi di Maluku, difokuskan pada penanganan korban gempa, yang hingga saat ini masih menempati sejumlah lokasi pengungsian. 
 
Hal tersebut menjadi salah satu topik pada agenda Rapat Percepatan Penanganan Bencana Gempa oleh Pemerintah Provinsi Maluku bersama Kepala Desa pada wilayah yang terkena bencana, yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Sabtu (12/10/2019).
 
Pada pertemuan ini, berbagai masalah disampaikan berkaitan dengan persoalan air bersih sampai pengadaan tenda. Selain itu, masalah yang berkaitan dengan kesehatan, dimana ada beberapa desa pada tiga daerah yang terkena dampak gempabumi 6.8 scala richter (SR), Kamis (26/9/2019), yakni Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), masih kurang dalam pelayanan kesehatan di barak-barak pengungsian.
 
"Saya berharap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dapat segera disampaikan. Sehingga jika ada sesuatu yang terjadi harap segera di koordinasikan sesuai dengan jenjangnya," harap Sekertaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang. 
 
Kasrul menyebutkan, proses koordinasi harus melalui Kepala Dusun, kemudian ke Raja (Kepala Desa), dan ke Camat barulah ketingkatan yang lebih tinggi.
 
"Situasi yang terjadi adalah berbagai informasi pasca penanganan bencana yang timbul di masyarakat sangat kompleks. Informasi yang berkembang di luar sangatlah banyak," ujarnya.
 
Menurut Kasrul, terdapat informasi di masyarakat jika sudah dua minggu mereka tidak mendapatkan beras walaupun satu butir sekalipun.
 
"Tugas kita sebagai aparat harus cepat tanggap, sebab kondisi geografis Maluku yang rentan dengan bencana gempabumi sudah menjadikan masyarakat Maluku harus tangguh," imbuhnya.
 
Kasrul menegaskan yang terpenting adalah bagaimana pihaknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga harus bersahabat dengan kondisi alam seperti ini.
 
"Yang terpenting adalah harus bermuhasabah, dan introspeksi diri. Pemprov Maluku telah mengadakan rapat dengan pimpinan umat beragama baik Ketua Sinode, Ketua Walubi, Ketua MUI beserta organisasi-organisasi lainnya guna membicarakan apa saja yang harus dilakukan," ungkapnya.
 
Sedangkan untuk segala informasi terkait bencana, dia katakan hal tersebut akan disampaikan oleh BMKG yang secara aktif berada di posko-posko untuk menyampaikan himbauan-himbauan.
 
"Kedepannya akan ada pesan singkat berantai yang akan dikerjasamakan dengan Telkomsel, sehingga pesan singkat berupa informasi dapat langsung disampaikan kepada masyarakat," pungkasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS