Home Kebencanaan BNPB : 11 Unit Seismograf akan Dipasang di Maluku

BNPB : 11 Unit Seismograf akan Dipasang di Maluku

95
Masohi,Gatra.com- BNPB bekerja sama dengan ITB dan BMKG akan memasang 11 unit seismograf di kawasan Maluku. Dimaksudkan sebagai upaya memhami lebih lanjut karakteristik gempa susulan pascagempa M 6,5 yang terjadi Kamis (26/9/2019). 
 
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo mengatakan, pemasangan seismograf ini diharapkan juga bisa menjawab kenapa begitu banyak gempa susulan dan Ambon dan apa implikasinya untuk kesiapsiagaan dan mitigasi potensi kejadian yang sama di masa depan.
 
Dalam rapat koordinasi di Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Maluku, diskusi rencana pemasangan seismometer dibahas bersama antara Kodam, BNPB, BPBD Provinsi Maluku dan BMKG. 
 
"Sejumlah 11 unit seismograf tersebut akan dipasang di Ambon sebanyak 4 unit, Haruku 1 unit, Saparua 2 unit dan Seram sebanyak 4 unit," jelas Wibowo dalam rilis yang diterima Gatra.com. 
 
Dikatakan, berdasarkan arahan Kasdam XVI/ Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, satu orang babinsa akan bertanggungjawab terhadap setiap titik koordinat rencana pemasangan seismograf kepada Koramil dan Kodim setempat. 
 
"Selanjutnya disepakati antar peserta diskusi bahwa posisi pemasangan alat disesuaikan dengan kondisi di lapangan untuk menjamin keamanan alat selama dua bulan," ujarnya. 
 
Pemasangan alat tersebut akan dilakukan antara BMKG, ITB dan tim teknis Kodam Pattimura (Jumat,red) hingga 10 hari ke depan. Lebih lanjut, kata Wibowo, BMKG juga telah menganalisis dan memaparkan kepada media terkait  gempa yang episenter di Kairatu. 
 
Gempa besar tadi sebelumnya telah dipantau dengan gempa pembukaan dengan magnitudo 1,5 hingga 3,5 sejak 28 Agustus 2019. Sumber gempa tersebut dari segmen sesar Kairatu. 
 
Di sekitar kawasan ini, BMKG telah mencatat secara historis gempa besar yang pernah terjadi, seperti gempa 1674 (M 7,8 - 8,0), 1899 (M 7,8), 1948 (M 7,9), dan 1950 (M 7,3).
 
Sementara itu, gempa susulan masih terus terdeteksi. Hingga Kamis pagi, pukul 09.00 WIT, BMKG merilis gempa susulan pascagempa M 6,5 berjumlah 1.637 kali. Dari sejumlah gempa susulan tersebut, 184 gempa susulan dapat dirasakan warga setempat.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS