Home Kebencanaan Kapolda Maluku Jenguk Penderita Kanker di Tenda Pengungsian

Kapolda Maluku Jenguk Penderita Kanker di Tenda Pengungsian

161

Ambon, Gatra.com- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, bersama istrinya Swanly Royke Lumowa, menyambangi camp pengungsian yang berada di perbukitan Desa Hunuth, Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Orang nomor 1 Polri di Maluku ini kemudian menjenguk Asmari Lasiru, salah satu pengungsi yang terbaring tak berdaya di dalam tenda pengungsian. Asmari divonis dokter terserang kanker payudara. Levelnya kini sudah stadium 4.

Kunjungan Kapolda yang didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku itu, dilakukan setelah dirinya menerima laporan tim medis, terkait penderitaan yang dialami Ibu Asmari Lasiru tersebut. Asmari terbaring lemas dalam tenda tanpa perawatan intensif.

Merasa terpanggil, mantan Kakorlantas Polri itu bersama istrinya kemudian mengajak pejabat lainnya untuk menjenguk pasien penderita kanker stadium 4 itu, yang kini mengungsi bersama suami dan anak-anaknya.

"Kita menerima laporan dari tim kesehatan Polri yang sedang melaksanakan pengobatan gratis di tenda-tenda pengungsi bahwa ada pengungsi yang menderita sakit kanker payudara stadium 4. Laporan itulah, maka hari ini (Jumat, 18/10/2019) membuat kami ke sini," kata Royke melalui siaran pers dari Humas Polda Maluku kepada Gatra.com, Sabtu (19/10/2019).

Kedatangan Jenderal Bintang Dua itu, selain menyapa dan memberikan senyuman, ia juga menawarkan pengobatan gratis kepada Asmari. Rencananya, hari itu juga, Asmari langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku. Bahkan, Royke telah menyiapkan satu kamar khusus untuk ditempati Asmari tanpa di pungut biaya sekalipun.

"Kita ke sini juga bawah dokter dan ambulance untuk mengajak ibu itu turun dan kita rawat di RS Bhayangkara. Kita tawarkan perawatan secara gratis, dan kami akan berikan satu kamar khusus untuk ditempati ibu Asmari, tanpa ada biaya sedikitpun dari mereka," katanya.

Mengaku masih trauma pasca gempabumi berkekuatan 6.8 SR pada Kamis (26/9/2019) lalu, niat baik Kapolda Maluku itu ditolak Asmari. Asmari mengaku saat guncangan besar pertama kalinya itu, keluargaya memilih menyelamatkan diri tanpa menghiraukan dirinya.

"Beliau masih trauma, kalau ada gempa siapa yang mau menolongnya, sebab saat gempa lalu semua orang lari menyelamatkan dirinya tanpa menyelematkan beliau, makanya kita tawarkan untuk ke RS Bhayangkara, di sana semuanya terlayani bahkan ketika dalam keadaan daruratpun ada yang menolong beliau. Tapi beliau masih tidak mau," ujar Kapolda.

Mantan Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Daerah Konflik dan Kontigensi Kemenkopolhukam RI itu mengaku tidak memaksa Asmari untuk dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, jika masih trauma.

"Beliau masih trauma, tetapi tidak ada masalah kapanpun ketika beliau mau maka dipersilahkan untuk datang ke RS Bhayangkara, karena semua fasilitas akan kami siapkan untuk beliau," tandasnya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Mohamad Roem Ohoirat menambahkan, selain menjenguk dan menawarkan pengobatan gratis, Kapolda juga memberikan sedikit biaya hidup untuk Asmari Lasiru, selama dilokasi pengungsian.

Sementara itu, suami penderita kanker, Abidin menyampaikan terima kasih kepada Kapolda dan pengurus daerah Bhayangkari Polda Maluku, atas perhatian yang diberikan kepada isterinya itu.

"Terima kasih banyak pak Kapolda dan jajarannya karena telah datang melihat isteri saya. Pak Kapolda adalah pejabat daerah pertama yang datang ke sini untuk melihat isteri saya, semoga amal kebaikan beliau dibalas oleh yang maha kuasa," kata Abidin.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS