Home Internasional Bentrok Polisi-Demonstran di Hong Kong, Masjid Kena Imbas

Bentrok Polisi-Demonstran di Hong Kong, Masjid Kena Imbas

Hong Kong, Gatra.com – Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Senin hari ini. Padahal, situasi Hong Kong sedang tidak kondusif setelah terjadi kekerasan saat aksi demo semalam, di mana puluhan ribu orang turun dan merencanakan akan melanjutkan aksi hingga hari berikutnya.

Lam dikabarkan akan menghadiri upacara penobatan Kaisar Naruhito di istana kekaisaran Tokyo pada Selasa dan kembali ke pada malam itu juga.

Diinformasikan, Senin pagi di Hong Kong telah melakukan pembersihan besar-besaran usai aksi damai yang berubah menjadi kekerasan di seluruh distrik di semenanjung Kowloon. Dalam aksi damai yang berubah menjadi chaos tersebut, demonstran juga sempat memprotes dan membakar toko-toko serta mencoret dinding dengan grafiti, di tengah pertempuran dengan polisi.

Hong Kong sempat mendapatkan ketenangan dari aksi protes selama dua minggu, setelah sebelumnya, selama lima bulan penuh terjadi aksi massa secara besar-besaran. Namun, kerusuhan kembali pecah ketika dukungan kuat untuk gerakan anti-pemerintah dianggap ilegal oleh aparat kepolisian setempat, karena menilai aksi tersebut membahayakan keselamatan publik.

Tampak dalam aksi tersebut beberapa keluarga bahkan orang tua melakukan aksi damai turun ke jalan ke pusat keuangan Asia. Banyak di antara mereka yang mengenakan atribut seperti topeng, payung dan pelingung wajah. Namun, faksi yang lebih radikal, yang sebagian besar dari demonstran muda kemudian bentrok dengan polisi anti huru-hara.

Mereka menargetkan bank dan bisnis lain yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Cina. Mereka juga merusak beberapa bagian depan toko dan membakar jalan.

Para pengunjuk rasa mengatakan, mereka akan terus menekan pemerintah untuk bertindak atas hak pilih universal, penyelidikan independen terhadap perilaku polisi, amnesti bagi mereka yang dituduh, dan mengakhiri menggambarkan pemrotes sebagai perusuh.

Bahkan, operator metro MTR Corp mengatakan, akan menutup stasiun pedesaan Yuen Long mengingat demonstran merencanakan akan berkumpul di sana. Beberapa pintu masuk dan keluar kereta bawah tanah juga akan ditutup, dan seluruh jaringan akan dimatikan pada pukul 10 malam, atau dua jam lebih awal, untuk memberikan waktu bagi perbaikan fasilitas.

Pada bentrokan yang terjadi di hari Minggu kemarin, polisi menggunakan truk meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa, menyemprotkan jet pewarna biru ke kerumunan untuk membuat mereka membubarkan diri. Namun, meriam air tersebut juga menembakkan jet pewarna ke gerbang masjid Kowloon, tempat ibadah umat Islam paling penting di Hong Kong.

Tampak pewarna biru masih mengotori jalan ketika para jamaah berkumpul sholat pada hari Senin. Para jamaah pun, sempat kecewa terkait dengan alasan polisi menembakkan pewarna biru ke arah masjid.

Pihak kepolisian mengkau, pintu masuk masjid dan gerbang depan secara tidak sengaja terkena semprotan dari pewarna biru tersebut. "Polisi menghormati kebebasan beragama dan akan berusaha melindungi semua tempat ibadah," tambah mereka.

434