Home Kebencanaan Kebakaran TPAS Lombok Barat Masih Berlanjut

Kebakaran TPAS Lombok Barat Masih Berlanjut

Lombok Barat, Gatra.com- Kepulan asap disertai kilatan api masih terjadi hingga Selasa (22/1) akibat kebakaran yang terjadi di lahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Regional Kebon Kongok, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

TPAS yang sudah beroperasi puluhan tahun lalu dan menjadi terminal akhir pembuangan sampah dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat tersebut hingga kini masih disiagakan petugas dari aparat keamanan, Dinas Kesehatan ataupun petugas Tanggap Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Provinsi NTB.

Berdasarkan pantauan Gatra.com di lokasi TPAS Regional Kebong Kongok, Selasa siang (22/10) terpantau dari radius hingga 7 kilometer dari pinggiran Kota Mataram perbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat, kepulan asap masih membumbung tinggi ke arah Kota Mataram. Hari sebelumnya, kepulan asap juga mengarah ke wilayah timur di Giri Menang Gerung Kabupaten Lombok Barat. 

“Arah asap biasanya mengikuti arah angin. Jika arah angin ke utara, jelas Kota Mataram terkena dampaknya, Jika ke timur dan selatan ataupun barat pasti warga di Lombok barat yang terkena. Oleh karena itu, kita siapkan masker penutup untuk menghindari asap,” kata petugas Tagana Dinas Sosial NTB, Samiun Kepada Gatra.com di TPAS Kebon Kongok, Lombok Barat.

Secara terpisah, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan, pihaknya bersama anggota Forkompinda menyambangi lokasi kebakaran di TPAS Kebon Kongok ini. Bupati meminta, teknik pemadaman gunungan sampah bisa dikembangkan. Hal ini agar asap yang tetap mengepul akibat sekam atau material berbahan plastik serta gas metan tidak menimbulkan api dan asap lagi.

“Coba kita memikirkan bagaimana caranya agar pemadaman bisa segera selesai. Kalau sampah sudah dipecah, tentu ini akan mempermudah proses pemadaman. Namun belum tentu efektif mematikannya seratus persen. Kalau kita bisa dibantu, mungkin akan efektif jika menggunakan pemadaman lewat udara atau dengan penggunaan foam (busa, red) yang akan menghambat keluarnya udara, sehingga menghambat munculnya api,” ujar Bupati.

Kepala Pemadam Kebakaran Lombok Barat, Fauzan Husniadi menuturkan, teknik pemadaman sudah mulai menggunakan alat berat untuk memecah sampah supaya langsung disemprotkan ke area sampah.

“Saat ini dengan luasan area kebakaran yang semakin bertambah, kita melakukan zonasi pemadaman dan berbagi tugas dengan teman dari kota (Dinas Damkar Pemerintah Kota Mataram, red) dan Polres Lombok Barat,” tutur Ojan sapaan akrabnya.

Fauzan memprediksi akan melakukan penyiraman dengan foam (busa, red) yang bisa menghambat meluasnya kebakaran. “Agar diketahui saat ini, komando ada di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram. Kita saling bahu membahu, tetapi kita menuntaskan zona yang dibagikan ke kita,” ucap Fauzan Husniadi.

Terbakarnya TPAS Kebon Kongok tentu saja berdampak bagi para pemulung yang kesehariannya memungut sampah di lokasi. Catatan akhir menunjukkan sedikitnya 120 pemulung yang tidak bisa bekerja lagi akibat kebakaran yang terjadi sejak seminggu yang lalu.

Anggota Tagana Dinas Sosial NTB lainnya, Mulyadi menyebutkan, jika pihaknya telah stand by di lokasi sejak Senin (14/10) lalu dengan pola bergantian sampai 20 orang.Rata-rata, mereka bekerja selama 10 sampai 12 jam sehari untuk membantu supply air yang akan dipakai untuk memadamkan api.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB menyebutkan, TPA Regional Kebon Kongok ini menimbulkan persoalan yang perlu diatasi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Area tersebut. TPAS Kebon Kongok menjadi pembuangan sampah dari Kota Mataram dengan volume mencapai 300 ton per hari. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat hanya memasok paling banyak 60 ton sehari.

“Kita paling banyak mengirimkan sampah ke TPA ini 60 ton sehari. Sisanya yang terbuang ke sungai atau tempat lain karena kesadaran masyarakat soal sampah belum tinggi. [Hal ini] karena hanya menyuplai kurang dari seperempat total sampah setiap hari, maka Kabupaten Lombok Barat mestinya mendapat kompensasi dari Pemerintah Kota Mataram,” tutur Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid.

Fauzan Khalid menyebutkan, minimal Rp15 milyar diperuntukkan bagi perbaikan infrastruktur di TPAS Kebon Kongok untuk mengurangi dampak lingkungan dan bau yang ditimbulkan oleh TPA Kebon Kongok.

140