Home Politik Kunjungi Warga, Faldo Maldini PSI: Kami Bicara dari Hati

Kunjungi Warga, Faldo Maldini PSI: Kami Bicara dari Hati

Padang, Gatra.com - Kendati belum sampai dua minggu menjadi Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatra Barat (Sumbar), Faldo Maldini telah mengunjungi lebih 100 titik di daerah itu. Namun ia menolak disebut berkampanye, karena menurutnya kegiatan tersebut lebih banyak bicara dari hati ke hati.

Berdasarkan pengakuannya, ia datang ke rumah-rumah warga karena diminta melalui pesan WhatsApp nomor pribadinyaPasalnya, mantan Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu mencantumkan nomor WhatsApp hampir di semua jenis atribut yang dimilikinya.

"Warga melalui WA meminta kami datang ke tempatnya. Mau lima orang, lima puluh, atau lima ratus, yang jelas pemimpin Sumbar ke depan harus mampu bicara dari hati ke hati. Saya tidak mau sebut ini kampanye," kata Faldo kepada Gatra.com di Padang, Kamis malam (7/11).

Salah satunya, pada Rabu (6/11) lalu ia bersama tim bersilaturahmi dengan mengunjungi warga Banto Laweh, Guguk Panjang, Bukittinggi. Dalam pertemuan dengan warga, Faldo menyampaikan program-program unggulannya. Begitu pula warga tidak sungkan-sungkannya mengajukan pertanyaan.

Berdasarkan keterangan Faldo, setelah mendapat undangan dari warga melalui WhatsApp, timnya langsung menyusun jadwal untuk bersilaturahmi dengan warga terkait. Pihaknya juga tidak lupa membawa proposal "Sumangaik Baru" yang isinya "Sumangaik Sambilan", untuk dijelaskan kepada warga yang didatangi.

Politisi muda asal Nagari Tapan, Pesisir Selatan itu mengaku, kebiasaan mengunjungi banyak titik tersebut sudah dilakukannya sejak menjadi aktivis saat masih mahasiswa. Ketika menjadi Ketua PPI saat menimba ilmu di Inggris, dia berkisah telah menjelajahi negara itu dari utara hingga selatan bertemu dengan mahasiswa Indonesia lainnya.

Baginya, banyak pelajaran berharga yang didapatkan selama melakukan kunjungan untuk mengembangkan pemikirannya ke depan. "Nasihat dari orang-orang tua dan lebih senior, menjadi penguat kita anak-anak muda. Negara yang kuat hanya bisa dibangun lewat semangat anak muda dan kebijaksanaan orang-orang tua. Makanya, pemimpin mesti mau diakses langsung oleh warga, ini saya juga lagi belajar," tutup Faldo.

104