Home Politik Pendeklarasian Faldo Maldini, Picu Kader PSI Sumbar Mundur

Pendeklarasian Faldo Maldini, Picu Kader PSI Sumbar Mundur

Padang, Gatra.com - Pekan lalu, sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sumatra Barat (Sumbar) mundur dari kepengurusan partai karena kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI yang mendeklarasikan Faldo Maldini sebagai Ketua DPW PSI Sumbar.

Mantan Ketua DPD PSI Padang, Yunando menyebutkan, salah satu kebijakan yang tidak disetujuinya terkait pemasangan baliho Faldo Maldini dengan jargon 'Sumangaik Baru'. Pasalnya, pemasangan spanduk itu dilakukan partai tanpa berkoordinasi dengan kader di Sumbar terlebih dahulu.

Sebelumnya, ia tidak menginformasikan terkait pendeklarasian mantan Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) yang diperkirakan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020, sekaligus memilihnya sebagai Ketua DPW PSI Sumbar.

"Saya bukan marah ke Faldo, tapi ke DPP karena tidak ada pemberitahuan, kebijakan tidak terpusat. Setelah Pileg tidak ada arahan PSI gimana, tahu-tahu muncul Faldo. Ada kawan di daerah tanya ke kami, kami tidak tahu jawab apa," kata Yunando, Kamis (14/11) di Padang.

Terlebih lagi ia menilai, dikarenakan ada beberapa kebijakan dari PSI yang tidak lagi sejalan dalam satu visi atau terpusat. Apabila dilanjutkan, menurut Yunando, seakan-akan hanya menghabiskan energi. Apalagi, ia merasa para kader di daerah tidak diperlukan lagi oleh DPP PSI.

"Lebih baik mundur, karena seperti tidak dianggap saja. Kawan-kawan dan Faldo bisa mencari tim yang bisa mengurus partai lagi," ujarnya saat dihubungi di Padang.

Sebelumnya, selain Yunando, dua kader PSI lainnya, yakni Ketua Bapilu DPW PSI Sumbar, Medo Fernando dan Bendahara PSI Sumbar, Ria Muthiara serta Ketua DPD PSI Padang juga telah mengundurkan diri ke DPW PSI Sumbar. Dengan alasan serupa, merasa tidak lagi sejalan dan satu visi dengan PSI.

Sekretaris DPW PSI Sumbar Ari Prima membenarkan adanya kader mengundurkan diri dari kepengurusan. Surat yang telah diterima salah satunya dari Yunando sebagai Ketua DPD PSI Padang dan akan segera ditembuskan ke DPP PSI.

"Kalau kader mundur, kami tentu tidak bisa melarang. Apalagi alasannya karena fokus berbisnis. Kami juga dorong kalau kader fokus berbisnis karena sesuai semangat PSI membangun ekonomi kader. Namun, alasannya karena tidak sejalan, saya belum dengar langsung," ucap Ari.

5954