Home Ekonomi Demi Ekspor, Kementan Belum Deklarasi Wabah ASF

Demi Ekspor, Kementan Belum Deklarasi Wabah ASF

 

Bogor, Gatra.com - Ribuan babi diduga mati akibat serangan virus Demam Babi Afrika (ASF) di Sumatera Utara sejak November lalu. Namun, hingga kini pemerintah masih belum mendeklarasikan wabah virus tersebut di Indonesia.

"Saya teliti dulu baik-baik apakah jadi ASF atau belum. Kalau baru dugaan, analisa, second opinion, jangan declare. Ini masalahnya, dampaknya bisa puluhan tahun tidak ekspor," tuturnya kepada awak media di Balai Penelitian Veteriner (Balitvet), Jakarta, Kamis (5/12).

Syahrul mencontohkan, beberapa negara di dunia seperti Amerika Serikat dan Cina masih belum terima produk unggas Indonesia. [Hal ini] sudah terbebas dari wabah flu burung (Avian Influenza).

Oleh karena itu, Syahrul mengatakan, pihaknya fokus memusnahkan ternak-ternak yang diduga terserang maupun terisolasi.

"Kalau kita menetapkan itu buru-buru dan hasil risetnya bukan hanya hog cholera (kolera babi) itu jadi berat bagi kita. Kalau itu jalannya, salah satu langkahnya musnahkan semua," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor babi dari Indonesia sebesar 25.713 ton pada Januari-Oktober 2019, naik sebesar 13,88% dibanding periode yang sama pada tahun 2018, yaitu 22.580 ton.

122