Home Ekonomi Atasi Defisit Perdagangan, Indef; Dorong Hilirisasi CPO

Atasi Defisit Perdagangan, Indef; Dorong Hilirisasi CPO

Jakarta, Gatra.com - Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan peranan industri sawit sangat krusial bagi perekonomian nasional. Bahkan, nilai ekspor hasil perkebunan kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) mengalahkan ekspor produksi Migas. 

Heri mengakui, jika ekspor produk CPO bisa dioptimalkan dapat memperbaiki defisit transaksi neraca perdagangan (CAD). 

"Tahun lalu saja CAD kita defisit US$8 milyar. Dengan genjot ekspor hasil perkebunan sawit bisa memperbaiki CAD kita," kata Heri dalam diskusi Memperjuangkan Kepentingan Sawit di Pasar Global, di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (17/12). 

Selain itu, lanjut Heri, produk turunan CPO juga dapat memperkuat struktur industri dalam negeri. Untuk itu, pemerintah dan industri kelapa sawit harus fokus memperbaiki hilirisasi produk CPO. 

"Semakin ke hilir ekspornya semakin sedikit. CPO bisa jadi produk makanan, mosmetik, energi dan kimia. Ini hilir sawit, kita mau fokus kemana," ujarnya. 

Heri menambahkan, peluang paling besar untuk hilirisasi CPO ada disektor energi. Misalnya, fokus mengembangkan industri Fatty Acid Methyl Ester  (FAME). Apalagi  ekspor FAME Indonesia baru mencapai 1,6 persen dari total ekspor dunia yang mencapai $45 milyar. 

"Ini kan bahan campuran Bahan Bakar Nabati (BBN). Potensi ekspor ini cukup luas, mengingat tren penggunaan BBN di dunia semakin meningkat. Saat ini Cina, Jepang, AS dan UE pengguna FAME terbesar," katanya. 

140

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR