Home Ekonomi Investasi Pabrik IPO-CPO Muba Capai US$ 14 Juta

Investasi Pabrik IPO-CPO Muba Capai US$ 14 Juta

Palembang, Gatra.com – Keinginan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) guna mengoptimalkan kelapa sawit menjadi bahan bakar kendaraan nabati akan segera terwujud. Secara keseluruhan, pembangunan pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO) tersebut diprediksi akan menelan investasi mencapai 14 juta US dollar.

Pada Selasa (17/12), hasil studi kelayakan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit oleh Institute Teknologi Bandung (ITB) diserahkan kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin sehingga selanjutnya masuk pada tahap pembangunan pabrik.

Ketua Tim Tenaga Ahli Pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO) Muba dari ITB, Dr IGBN Makertihartha mengatakan proses studi kelayakan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati telah dilaksanakan selama tiga bulan terakhir.

“Setelah diserahkan ke Bupati, maka tahap selanjutnya yakni pembangunan pabrik,” ucapnya pada Rakor Pemaparan Akhir Penyusunan Studi Kelayakan Pembangunan Pabrik IPO-CPO di Hotel Luxton.

Secara umum, pembangunan pabrik IPO-CPO di Muba akan menelan nilai investasi mencapai 14 juta US Dollar. Terdapat beberapa opsi kajian yang dihasilkan, dan salah satunya dengan nilai investasi mencapai angkat tersebut.

Pabrik ini akan menjadi pilot project (percontohan) di Indonesia guna mewujudkan kemandirian energi dan meningkatkan taraf kesejahteraan warga khususnya petani sawit. Menurutnya, langkah Dodi Reza merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati juga solusi dalam mengatasi ketergantungan impor BBM. Langkah ini sangat strategis meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat. "Ini project yang sangat strategis dan sangat memberikan kontribusi besar untuk masyarakat yang juga berdampak hingga ke tingkat nasional," ulasnya.

Di Muba, terdapat 133.557 hektar (ha) lahan perkebunan sawit rakyat yang tersebar di 9 kecamatan, dan pada tahun ini sudah terdapat 12.000 ha lahan sawit yang sudah berhasil diremajakan, sedangkan lahan siap panen akan mencapai 4.446 hektar pada tahun depan.

"Pemerintah Muba melihat potensi besar terhadap perkebunan-perkebunan rakyat tersebut. Ini sejalan dengan keinginan petani sawit yang bisa mengolah kelapa sawit hasil panen mereka sendiri," imbuhnya.

Untuk lokasi, tim studi kelayakan menilai lahan yang sesuai dalam operasional pabrik yakni berada di kecamatan Sungai Lilin.

Penyerahan hasil studi kelayakan dari ITB ke Bupati Muba ini disaksikan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdhalifah Machmud. Ia mengapresiasi upaya dan langkah strategis yang dilakukan Bupati Muba dalam merealisasikan pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba.

"Atas upaya ini prinsipnya Kemenko Perekonomian siap mendukung dengan Muba dalam merealisasikan program peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi kalangan petani," ungkapnya.

Bupati Muba Dodi Reza menyebutkan, setelah hasil studi kelayakan ini diserahkan ini dilakukan Pemkab Muba bersama stakeholder akan menindaklanjuti rencana ke depan. Targetnya, pada 2021 pembangunan awal pabrik akan selesai dan beroperasional. Program ini guna mendukung pemerintah dalam menekan ketergantungan impor dan penyerapan tenaga kerja lokal. "Realisasi ini juga selaras dengan visi dan misi Presiden RI bapak Joko Widodo, dan di Indonesia dimulai dari Muba," tegasnya.

 

 

284