Home Kebencanaan Kecelakaan Bus Sriwijaya Diduga Karena Supir Mengantuk

Kecelakaan Bus Sriwijaya Diduga Karena Supir Mengantuk

Palembang, Gatra.com – Polisi menduga kecelakaan maut Bus Sriwijaya terjadi akibat sang supir yang mengantuk. Indikasi ini muncul dari beberapa kali kejadian kecelakaan kecil yang terjadi sebelum bus tersebut terjun bebas ke jurang di Liku Lematang Desa Prahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumsel, Senin (24/12) malam.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriyadi mengatakan beberapa hal yang berhasil disimpulkan sementara dan menjadi indikasi awal yakni terjadi tiga kali kejadian kecelakaan yang dialami bus sehingga diperkirakan mempengaruhi kondisi kendaraan,

“Kita berhasil mengumpulkan beberapa keterangan, misalnya dari kernet yang selamat menyatakan jika bus sebelumnya juga terjadi kecelakaan kecil, seperti ditabrak mobil dari belakang, lalu diserempet dan lainnya,” ujarnya Selasa (24/12) sore.

Selain itu, berdasarkan informasi saksi berupa penumpang lainnya, jika supir juga sempat memeriksa kondisi kendaraan saat berada di rumah makan. Kemungkinan, sambung Supriyadi, sang supir juga sudah merasakan terdapat kerusakan yang dialami sebelum terjadinya kecelakan mau ditikungan yang terjal tersebut,

“Tapi berbagai informasi ini akan terus diperdalami, sampai dengan adanya temuan atau kesimpulan lainnya dan besok proses evakuasi akan dilanjutkan dan proses olah tempat kejadian perkara juga akan dilanjutkan,” ucapnya.

baca juga : https://www.gatra.com/detail/news/463392/kebencanaan/dishub--kelaikkan-bus-sriwijaya-masih-dicek

Tim Basarnas menghentikan proses pencarian (evakuasi) korban bus Sriwijaya Express yang mengalami kecelakan hingga terjun ke jurang, Senin (24/12) malam. Proses evakuasi yang dihentikan sementara pada Selasa (24/12) malam ini menginvetaris terdapat 28 penumpang meninggal dunia pada kecelakaan maut tersebut.

“Tim menghentikan pencarian dan evakuasi pada pukul 20.00 wib, karena lokasi yang gelap dan terjal,” ujar Kepala Kantor Basarnas Palembang, Berty DJ Kowaas dihubungi Gatra.com.

Setelah dinyatakan dihentikan sementara, proses evakuasi akan dilanjutkan pada keesokkan harinya dengan menambah jumlah personil. Selain 28 penumpang yang meninggal dunia, 13 penumpang dinyatakan selamat dan berhasil dievakuasi, sehingga tim basarnas Palembang menyatakan jumlah keseluruhan penumpang yang berhasil dievakuasi sebanyak 41 orang sampai dengan Selasa malan,

“Proses pencarian akan dilanjutkan pada besok hari dengan tetap menyisir lokasi kejadian perkara dan kondisi bus masih berada di Sungai yang masih belum juga bisa dievakuasi. Kemungkinan juga jumlah korban kembali bertambah,” terangnya.

163