Home Ekonomi Holding Asuransi Tak Masalah, Tapi Sehatkan Jiwasraya Dulu

Holding Asuransi Tak Masalah, Tapi Sehatkan Jiwasraya Dulu

Jakarta, Gatra.com - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati menilai sah-sah saja pemerintah membentuk holding BUMN asuransi untuk meningkatkan daya saing, namun perusahaan-perusahaan dibawahnya harus sehat terlebih dahulu.

"Menurut saya Jiwasraya-nya disehatkan dulu. Artinya persoalannya dituntaskan lebih dulu, baru ada blueprint jelas (holding) BUMN asuransi," katanya kepada Gatra.com pada Jumat (28/12).

Enny menganggap apabila perusahaan-perusahaan asuransi yang 'sakit' langsung disatukan dengan yang sehat dalam holding BUMN asuransi, hal ini berdampak pada kinerja perusahaan yang sehat. Ia mengingatkan jangan sampai perusahaan yang sehat menanggung beban perusahaan yang sakit.

"Tidak hanya beban pembiayaan, tata kelola juga berpengaruh. Tata kelola yang sehat kan ada good governance. Budaya (perusahaan sakit) yang menginfiltrasi yang sehat ini berbahaya," tegasnya.

Krena itu, Enny menilai tata kelola perusahaan asuransi BUMN yang sakit seperti Jiwasraya harus dibenahi terlebih dahulu.

Enny juga menyarankan perusahaan reasuransi perlu dimasukkan ke dalam Holding BUMN asuransi untuk menjamin polis pertanggungan, sehingga menekan risiko gagal bayar.

"Mereka harus punya lembaga reasuransi. Industri asuransi itu kan melakukan reasuransi kembali. Kalau reasuransinya ke asing, modal nasbahnya tetap asing (asalnya)," ujarnya.

92

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR