Home Kebencanaan Jakarta Integrated Tunnel Siap Bangun Atasi Banjir Jakarta

Jakarta Integrated Tunnel Siap Bangun Atasi Banjir Jakarta

Jakarta, Gatra.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta menjelang momentum tahun baru meninggalkan duka tersendiri. Akibatnya sejumlah titik di wilayah ibu kota terendam banjir. Berdasarkan informasi ketinggian air yang menggenangi jalan ibu kota dan rumah pemukiman penduduk bervariasi mulai dari 30 cm - 80 cm.

Banjir juga menggenangi sejumlah wilayah padat penduduk di sepanjang Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan akibat luapan air di sungai tersebut. Daerah Cipinang dan Petukangan turut mengalami bajir parah dengan ketinggian hampir 1,5 meter. Kejadian banjir besar di Jakarta menuntut adanya upaya penanggulangan yang tidak hanya bersifat musiman namun lebih ke jangka panjang.

Salah satu upaya penanggulangan teknis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta yakni dengan pembangunan Proyek Terowongan Terpadu atau yang dikenal dengan Jakarta Integrated Tunnel (JIT). Terowongan raksasa ini dirancang secara teknis untuk pengendalian banjir di Jakarta. JIT sendiri mempunyai empat (4) fungsi yakni pengendali banjir, jalan tol, penghasil listrik PLTMH, dan penyedia bahan baku air minum (long storage).

Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya (AMJ) Wibisono yang menjadi penggagas proyek JIT mengatakan konsep tersebut sudah dimulai pada 2014 lalu. Dengan adanya kejadian banjir besar di Jakarta ia mengatakan perlu proyek tersebut dipercepat sebagai salah satu solusi konkret penanganan banjir di Jakarta.

“Memang banjir akibat luapan dua Sungai Ciliwung dan Pesanggarahan jadi momok banjir di Jakarta selama ini. Bahkan sampai hari ini tidak ada solusinya, maka dari itu kedua lokasi proyek JIT kita tawarkan sebagai solusi yaitu trase JIT 1 (Balaikambang-manggarai) dan trase JIT2 (Ulujami-Tanah Abang),” ujar Wibisono dalam keterangan resmi kepada Gatra.com.

Dilihat dari titik banjir di wilayah Jakarta menurutnya hampir sama dengan kejadian banjir besar pada 2014 lalu, dan Jakarta tahun ini dilanda siklus banjir besar 5 tahunan. “Jakarta masih banjir, dan ini akan terjadi puncaknya di bulan Desember dan Januari 2020, siklus banjir besar 5 tahunan akan melanda Jakarta, belum lagi air hujan kiriman dari Bogor,” katanya.

Untuk diketahui Jakarta Integrated Tunnel akan dibangun dengan proyek terowongan berdiameter 12 meter untuk menampung air hujan (long storage) dan luapan dua sungai besar yaitu Ciliwung dan Pesanggrahan, serta berfungsi sebagai drainase raksasa.

Proyek tersebut juga sudah dilakukan kajian dan studi kelayakan yang dilakukan oleh balitbang Kementerian PUPR dan konsultan lokal (Perentjana Djaya) dan konsultan luar negeri (Gezhoba China) dan Nippont Koei Jepang. Saat ini kelayakan proyek sedang direview oleh calon investor dari Sibernix dan E-Best Korea Selatan.

“Semoga pemerintah bisa segera mewujudkan proyek ini secepatnya. Kami dan investor dari Korea siap untuk mewujudkan proyek karya anak bangsa ini, agar solusi banjir benar-benar di implementasikan segera. Karena setiap kejadian akibat banjir ini kerugian masyarakat hampir Rp10 triliun pada 2014 malah mencapai Rp20 triliun,” pungkasnya.

984