Home Politik Empat Guru Besar UNP Mengejar Ketertinggalan

Empat Guru Besar UNP Mengejar Ketertinggalan

Padang, Gatra.com - Civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP) mengukuhkan empat Guru Besar dari tiga fakultas. Dalam orasi ilmiahnya, keempat Guru Besar itu bertekad membawa UNP berlari mengejar ketertinggalan dari universitas lain.

Keempat dosen itu, yakni Prof.Dr. Kamal Firdaus, M.Kes, dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Prof.Dr. Alwen Bentri, M.Pd, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan dua dosen Fakultas Teknik (FT) yaitu Prof.Dr. M. Giatman, M.SIE dan Prof.Dr. Ambiya M.Pd dikukuhkan di Auditorium UNP Padang.

Rektor UNP, Ganefri dalam pidato pengukuhan dalam Rapat Senat Terbuka menyampaikan, perbaikan pengelolaan internal menjadi syarat mutlak mengejar ketertinggalan. Baginya, peran Guru Besar menjadi sangat penting sebagai pelopor inovasi melalui riset dan pengabdian masyarakat.

"Kita berharap empat Guru Besar yang dikukuhkan hari ini mampu berperan aktif, berkiprah, dan berkontribusi untuk kemajuan UNP ke depan," ungkap Ganefri, Senin (6/1) di Padang.

Salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan itu, dengan Pengembangan Informasi Teknologi serta riset-riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Alasannya, riset yang dilakukan itu bahkan menjadi syarat utama bagi kemajuan UNP ke depannya.

Satu di antara empat Guru Besar itu, Alwen Bentri, dosen FIP itu menyampaikan "Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Bencana di Sekolah Dasar Provinsi Sumbar". Salah satunya, bencana persoalan krusial dan sangat penting diajarkan pengetahuan kebencanaan bagi peserta didik.

Alwen menawarkan adanya kurikulum bencana di SD dalam kerangka, atau bagian yang integral dari sistem pendidikan nasional. Dengan tujuan, agar korban yang ditimbulkan sebagai dampak atau resiko bencana dapat dihindari. Apalagi, Sumbar merupakan supermarketnya bencana.

Dengan adanya kurikulum tentang kebencanaan, peserta didik akan akrab dengan bencana. Kurikulum berbasis bencana yang dikenal dengan Master of Disaster itu dapat membantu guru memasukkan instruksi tentang keselamatan bencana ke dalam mata pelajaran.

Bencana gempa bumi kemungkinan tetap terjadi, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Bencana memberikan banyak dampak buruk terhadap lingkungan, baik korban jiwa hingga materi, terang Alwen.

Kemudian Guru Besar FIK, Kamal Firdaus menyampaikan Peran Fisiologi Olahraga pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Guru Besar FT, Giatman, menjelaskan Manajemen Proyek dan Tantangannya Menuju Era Revolusi Industri 4.0. Terakhir, Guru Besar, Ambiyar menyampaikan tentang Inovasi Asesmen dalam Pendidikan Kejuruan pada Abad 21.

479