Home Ekonomi Konflik AS-Iran Tak Berpengaruh Banyak ke Indonesia

Konflik AS-Iran Tak Berpengaruh Banyak ke Indonesia

Jakarta, Gatra.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perri Warjiyo mengatakan, dampak konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran, tidak akan berpengaruh banyak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebab, menurut dia, dampak yang ditimbulkan hanya akan muncul dalam waktu sigkat dan dampak itu pun juga tidak begitu besar.

"Kami sebut risiko geopolitik global, kami tak melihat dampak signifikan terhadap kondisi makroekonomi, maupun stabilitas eksternal dan juga terhadap nilai tukar rupiah," ujar dia, di Komoleks Perkantoran BI, Jumat (10/1).

Hal itu dibuktikan dari nilai tukar rupiah yang masih bergerak menguat hingga hari ini. Sesuai dengan fundamental, mekanisme pasar dan kredibilitas.

Begitu juga dengan premi risiko credit default swap (CDS) yang pertumbuhannya juga masih terjaga rendah di level 61,3 basis poin (bps). Angka tersebut, lanjut Perry, masih mempuyai kemungkinan untuk terus mengalami penurunan.

"Dalam jangka pendek tentu saja beberapa risiko geopolitik yang berkaitan (dengan) Iran apa brexit, (akan) berpengaruh dalam jangka pendek tapi itu scara fundamental tidak berpengaruh secara signifikan," imbuh dia.

Karenanya, BI juga akan terus memantau perkembangan kondisi global. Baik perkembangan positif seperti kesepakatan dagang antara AS dan Cina, ataupun perkembangan lainnya seperti konflik AS-Iran dan brexit.

"Hubungan dagang antara Amerika dan Tiongkok, yang dalam waktu dekat ada penandatanganan kesepakatan perdagangan itu memberikan persepsi yang positif," ucap Perry.

39