Home Hukum Polda NTT Siap Kawal Pesparani Nasional di Kupang

Polda NTT Siap Kawal Pesparani Nasional di Kupang

Kupang, Gatra.com - Polda NTT siap bantu sukseskan Pesta Paduan Suara Nasional ( Pesparani ) Katolik kedua yang akan berlangsung di Kupang, bulan November 2020. “Kami mengapresiasi kegiatan Pesparani tingkat Nasional yang akan dipusatkan di Kota Kupang. Kami siap membantu mensukseskan acara nasional ini. Kami akan menyiapkan pengamanan yang memadai,” kata Kapolda NTT Irjen Hamidin ketika menerima audensi Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Pesparani Pusat tahun 2020 Prof Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc, Ph.D di ruang kerjanya, Kamis (16/1).

 

Lebih lanjut mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini minta agar para pejabat di Polda dilibatkan juga dalam kepanitiaan. “Saya minta kalau boleh pejabat dilingkungan Polda NTT dilibatkan dalam kepanitiaan guna memudahkan koordinasi,” imbuh Irjen Hamidin.

 

Sementara itu, Ketua Umum LP3K Pesparani Pusat, Adrianus Eliasta Meliala pada kesempatan itu menyampaikan pihaknya, ”Memohon dukungan Kapolda dalam membantu mensukseskan event Nasional. Pesparani nasional di Kupang ini adalah yang kedua setelah yang pertama 2018 lalu dilaksanakan di Ambon,” jelas Meliala.

 

Ketua LP3K Provinsi NTT, Fransiskus Salem menambahkan semua persiapan menghadapi Pesparani Nasional November mendatang terus dibenahi. ”Segala persiapan sudah berjalan termasuk penyiapan hotel dan lokasi lomba lainnya sudah semakin mantap. Kami akan menggunakan 3 lokasi yakni GOR Oepoi, Aula El Tari, Aula Gereja Paroki Santa Maria Asumtha dan Aula Gereja Protestan GMIT Paulus,” kata Fransiskus Salem.

 

Seperti diberitakan Gatra.com sebelumnya, Menteri Agama mempercayakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah Pesparani Katolik tingkat Nasional. Kepercayaan ini ditandai dengan penyerahan SK Menteri Agama oleh Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3K) Nasional, Adrianus Meliala kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, pada Rabu, 24 April 2019.

 

“Kami ingin mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun daerah ini. NTT harus bisa menjadi inspirasi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan bagi Indonesia. Karena itu saya tunjuk Ketua PWNU jadi Ketua Panitia,” kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, kala itu.

 

Dia menyatakan, pengajuan Ketua Panitia tersebut sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap NU sebagai salah satu organisasi muslim terbesar, yang bersama Muhammadiyah telah setia menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan di negara ini.

 

“Pemerintah Provinsi terus mendorong agar NTT menjadi tempat bersemainya semangat toleransi yang nyata, di mana orang dari seluruh pelosok negeri dapat belajar tentang makna kerukunan antara umat beragama,” jelas Viktor.

242