Home Kebencanaan ARBI, MUI, dan DD Salurkan Bantuan Penyintas Bencana Bogor

ARBI, MUI, dan DD Salurkan Bantuan Penyintas Bencana Bogor

Jakarta, Gatra.com - Penanganan pasca bencana banjir bandang dan longsor di Kecematan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terus berlanjut. Arus Baru Indonesia (ARBI), Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dompet Dhuafa (DD) dan komunitas pencinta burung BIC, menyalurkan bantuan logistik untuk para korban bencana.

Ketua Umum ARBI Dr Lukmanul Hakim mengatakan, ARBI, MUI dan DD selain memberikan bantuan bagi korban bencana banjir di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, juga mendata kebutuhan-kebutuhan bagi para korban bencana.

Lukmanul Hakim yang didampingi pengurus ARBI, Arjuna Basuki, dan CCO Dompet Dhuafa Guntur Subagja, bersama para relawan, menyerahkan bantuan bahan pokok sebanyak tujuh truk, dan diterima oleh Camat Sukajaya Bogor, Hidayat, serta Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor, Syam.

"Kami berharap kita berkontribusi tidak hanya dalam penanganan saat bencana, tapi juga ingin terlibat dalam penanganan pasca bencana untuk recovery dan Pscyhological First Aid (PFA),” kata Lukman kepada Gatra.com, Minggu (19/1).

Sementara itu, CCO Dompet Dhuafa Guntur Subagja nengungkapkan, sejak pasca bencana awal tahun 2020, Dompet Dhuafa membuka Pos Hangat untuk korban selama masa darurat 14 hari. "Insyaallah kami siap berkolaborasi untuk penanganan masa recovery,” ujarnya.

Guntur mengatakan, bencana kali ini adalah terbesar di Sukajaya Bogor. Bencana alam banjir dan longsor meliputi wilayah di 11 desa, sehingga Pemerintah Daerah menutuskan untuk merelokasi hunian masyarakat ke daerah yang aman. "Sekarang masih dalam kajian geologi untuk lokasinya," ujarnya.

Selanjutnya, Guntur menjelaskan, kebutuhan masyarakat saat ini adalah sarana air bersih, seperti pompa air, genset, dan pipa paralon. Disamping itu kebutuhan sarana pendidikan anak, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah juga sangat dibutuhkan. "Alhamdulillah untuk bantuan logistik saat ini cukup banyak," tuturnya.

118