Home Ekonomi Efek Corona, Saham Asia Anjlok, Investor Masih Wait And See

Efek Corona, Saham Asia Anjlok, Investor Masih Wait And See

Singapura, Gatra.com - Indeks saham Asia dibuka melemah, pada perdagangan Kamis (30/1). Hal itu disebabkan oleh penyebaran virus corona yang semakin meluas, hingga membuat investor saham sangat berhati-hati dan masih terus wait and see.

Dikutip dari Reuters, Kamis (30/1), pada pembukaan perdagangan, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang, MIAPJ0000PUS turun 0,8 persen ke level terendah dalam kurun waktu hampir tujuh minggu. Saham Nikkei juga mengalami penurunan sebesar 1 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong, HSI juga masih bertahan di zona merah sejak Rabu (29/1) kemarin. Begitu juga dengan indeks benchmark Taiwan, TWII dibuka 1,5 persen lebih rendah di sesi pertama sejak liburan Tahun Baru Imlek.

Tidak hanya itu, imbal hasil obligasi AS juga tercatat jatuh hampir 9 basis poin semalam menjadi 1,5790 persen dan menjadi lebih rendah ke level 1,5750 persen dalam perdagangan Asia US10YT = RR, tidak jauh di atas level terndahnya dalam tiga bulan terakhir, yaitu pada Selasa (28/1) lalu, dengan level 1,5700 persen.

Sementara itu, untuk harga emas masih mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen, menjadi US$ 1,579,60 per ons.

Di sisi lain, karena virus asal Wuhan, Cina itu, mata uang di beberapa negara menjadi berisiko. Begitu juga dengan harga minyak yang juga dikhawatirkan akan ikut merosot.

Mata uang Cina, Yuan tercatat kembali melemah pada hari ini, di level 6,9750 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan dolar Australia masih cenderung stabil terhadap nilai dolar AS. Meski begitu, penguatan justru terjadi pada Yen Jepang.

Untuk harga minyak mentah AS CLc1, terpantau mengalami penurunan sebesar 0,56 persen, lebih rendah dari US$53,03 per barel. Sedangkan untuk harga minyak mentah Brent LCOc1 ditutup pada US$59,81 per barel.

133