Home Internasional Lagi-lagi Saham Asia Anjlok Akibat Virus Corona

Lagi-lagi Saham Asia Anjlok Akibat Virus Corona

Sidney, Gatra.com - Saham Asia lagi-lagi jatuh pada pembukaan perdagangan Senin (3/2), lantaran virus corona, yang kini telah menyebar di 18 negara, di seluruh dunia. Kejadian yang sama juga terjadi pada bursa saham Cina, yang juga tergelincir pada hari pertama perdagangannya, dalam pekan ini.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang, turun 0,4 persen. Angka tersebut terus mengalami penurunan sejak pekan lalu. Saham Cina merosot, dengan indeks blue-chip turun sekitar 7 persen.

Saham Nikkei Jepang turun 0,9 persen. Sementara indeks patokan Australia tergelincir hingga 1,2 persen. Begitu juga dengan saham Selandia Baru yang mengalami penurunan hingga 1,5 persen.

"Sampai tingkat kasus baru memuncak, ekuitas berada dalam limbo - terlambat untuk menjual, terlalu dini untuk membeli," kata ahli strategi di Jefferies, di Hong Kong, Sean Darby, dikutip Reuters, Senin (3/2).

Tidak hanya saham, hasil obligasi pemerintah 30-years, yang diperdagangkan antarbank juga mengalami penurunan hingga 18,5 basis poin. Begitu pula dengan harga minyak mentah Shanghai, yang turun tiap barelnya.

Sementara itu, Soymeal Dalian anjlok 4,1 persen. Sedangkan bijih besi Dalian juga kini telah mencapai batas bawahnya, yang diikuti oleh anjloknya harga baja.

Dalam mata uang, safe-haven yen Jepang bertahan dekat level tertinggi selama 3 1/2 minggu terhadap dolar AS, pada level 108,57, setelah mengalami kenaikan sekitar 1,5 persen dalam dua minggu terakhir.

Dolar Australia jatuh hingga 2 persen minggu lalu, mencapai level terendahnya dalam empat bulan terakhir, di level US$0,6683.

Harga emas yang sempat naik, tergelincir hingga 0,5 persen menjadi US$1.582,70. Sementara imbal hasil utang AS bertahan di posisi terendahnya dalam lima bulan terakhir, lantaran AS, Jepang, dan negara-negara lain memperketat pembatasan perjalanan ke Cina.

Minyak berjangka turun dari posisi terendah setelah tergelincir tajam di awal sesi, karena kekhawatiran wabah virus corona akan memukul permintaan minyak Cina. Minyak mentah Brent terakhir turun 31 sen menjadi US$56,31 per barel, setelah sebelumnya jatuh lebih dari US$1. Minyak mentah AS tergelincir 5 sen menjadi US$51,51 per barel.

Di sisi lain, pada penutupan perdagangan Jumat (31/1), indeks saham gabungan Amerika Serikat, Dow Jones turun sebesar 2,1 persen, S&P 500 turun 1,8 persen dan Nasdaq Composite turun 1,6 persen. Hal itu terjadi karena para investor menahan pandangan mereka terhadap Cina, karena virus yang kini telah menjadi pendemi di berbagai negara itu.

 

 

140