Home Ekonomi OJK Siapkan 5 Kebijakan Strategis di 2020

OJK Siapkan 5 Kebijakan Strategis di 2020

Semarang, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya mewujudkan ekosistem jasa keuangan berdaya saing dan berperan optimal mendorong pertumbuhan ekonomi. Lima kebijakan strategis pun disiapkan untuk diterapkan pada tahun 2020.

 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan, kebijakan strategis tersebut di antaranya meningkatkan skala ekonomi industri keuangan melalui peningkatan nominal modal inti minimum.

 

"Selain itu, juga dengan akselerasi konsolidasi baik konvensional maupun syariah untuk meningkatkan daya saing dan peran industri jasa keuangan," ungkapnya di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di PO Hotel Semarang, Selasa (11/2).

 

Kebijakan lain yang akan diimplementasikan yaitu mempersempit kesenjangan regulasi dan pengawasan antar sektor jasa keuangan untuk mengurangi potensi terjadinya regulatory arbitrage. Kemudian, mendorong digitalisasi produk dan layanan keuangan serta pemanfaatan teknologi.

 

"Hal itu untuk mendukung daya saing, efisiensi dan kepatuhan pada regulasi. Di samping itu, kami akan mempercepat penyediaan akses keuangan masyarakat serta mendorong penerapan market conduct dan perlindungan konsumen yang lebih baik," tuturnya.

 

Strategis OJK lainnya, imbuh dia, yakni mendorong pengembangan ekosistem dan keuangan syariah.

 

Sementara pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 Jawa Tengah dan DIY yang dihadiri Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua DPRD Jawa Tengah, dan wali kota/bupati se-Jateng itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa menyampaikan perkembangan ekonomi dan jasa keuangan.

 

"Di tengah dinamika perekonomian yang tidak kondusif di tahun 2019, patut disyukuri bahwa kinerja ekonomi di Jawa Tengah dan DIY masih terjaga dengan baik," katanya.

 

Diketahui pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan DIY tercatat masing-masing sebesar 5,41 persen dan 6,60 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu sebesar 5,02 persen. Sedangkan, kinerja industri perbankan di Jateng dan DIY juga berada di atas nasional.

337