Home Ekonomi Ekspor Sarung Tenun Goyor Tegal Terkendala Tenaga Kerja

Ekspor Sarung Tenun Goyor Tegal Terkendala Tenaga Kerja

Slawi, Gatra.com - Industri pembuatan sarung tenun goyor di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah terkendala ketersediaan tenaga kerja terampil. Padahal, permintaan pasar di luar negeri tinggi.

Pemilik PT Pertenunan Sampurna Tegal, salah satu produsen sarung tenun goyor, Fahmi Affif mengatakan, jumlah tenaga kerja atau penenun di industri sarung tenun goyor di Kabupaten Tegal sekitar 3.000 orang. Jumlah itu masih jauh dari kebutuhan.

"Karena jumlah penenun masih kurang sekali kita kewalahan menenuhi pesanan," ujarnya di sela pembukaan pelatihan kewirausahaan yang digelar Kementerian Perindustrian di Pondok Pesantren Dar-Alqur'an Al-Islami Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Rabu (19/2).

Menurutnya, kurangnya tenaga kerja tersebut membuat hanya 50 persen alat tenun bukan mesin (ATBM) yang bisa dijalankan untuk produksi. "Jadi kita masih butuh tenaga terampil yang bisa menggerakkan mesin tenun," ujarnya.

Fahmi mengungkapkan, selain sejumlah daerah di dalam negeri, sarung tenun goyor yang diproduksi dipasarkan ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika, di antaranya Arab Saudi, Somalia, dan Kenya. Jika tenaga kerja mencukupi, pasar di luar negeri masih bisa diperluas.

Kurangnya tenaga kerja juga membuat jumlah pesanan sarung tenun goyor yang bisa dipenuhi hanya mencapai 1.000 hingga 3.000 lembar per bulan dari total pesanan mencapai 10.000 lembar per bulan.

"Masih banyak pasar yang belum dijangkau, belum kebagian. Jadi harapannya dengan adanya pelatihan ini bisa menambah jumlah tenaga kerja dan meningkatkan kapasitas produksi. Karena kendalanya hanyaa di tenaga kerja saja," ucapnya.

Selain itu, Fahmi berujar, minat masyarakat untuk bekerja di industri sarung tenun goyor juga diharapkan meningkat agar kebutuhan tenaga kerja terampil tak lagi menjadi kendala.

"Tantangannya keminatan masyarakat. Kalau bisa memotivasi masyarakat bahwa ini pekerjaan yang stabil dan terjamin ya mungkin saja kebutuhan tenaga kerja terpenuhi," ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, pelatihan wirusaha yang diberikan kepada narapidana dan santri diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri sarung tenun goyor di Kabupaten Tegal.

Apalagi sudah terjalin kerjasama antara produsen dengan lapas dan ponpes dalam penyediaan SDM, fasilitas tempat, bahan baku dan peralatan mesin untuk produksi. "Selain pelatihannya sudah jelas, ini pasarnya sudah ada, mesin sudah ada," ujar Gati dalam kesempatan yang sama.

 

1203