Home Ekonomi Tak Jelas Asasnya, RUU Cipta Kerja Ancam Lingkungan

Tak Jelas Asasnya, RUU Cipta Kerja Ancam Lingkungan

Jakarta, Gatra.com - Omnibus law RUU Cipta Kerja dapat menjadi ancaman untuk lingkungan hidup dan agraria jika tidak memenuhi prinsip dan asas-asas yang jelas.

Anggota DPR RI Komisi IV, Luluk Nur Hamidah, mengatakan, untuk melihat apakah omnibus law ini penting, dapat diperiksa dari prinsip-prinsip lingkungan hidup yang dipakai atau tidak dalam RUU ini.

"Menurut saya, prinsip lingkungan hidup bisa diibartakan seperti penjaga gawang dalam kebijakan yang terkait dengan ekonomi dan investasi yang sangat rentan menghadapi abuse of power," kata Luluk dalam Diskusi Reboan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (26/2).

Luluk menambahkan, prinsip lingkungan hidup ini dapat dilihat dari pembangunan berkelanjutan yang ke depannya akan diteruskan atau tidak.

Selain prinsip lingkungan, terdapat pula prinsip kehati-hatian, prinsip mencegah kerusakan, dan prinsip mencegah pencemaran.

Apakah prinsip tersebut ada pada omnibus law yang dapat membuat RUU tersebut menjadi penting. Faktanya adalah dalam omnibus law syarat administrasi dimudahkan, sanksi pidana dihapuskan, terlebih lagi izin AMDAL juga ditiadakan. "Jadi soal prinsip kehati-hatian dan pencegahan itu jelas tidak ada," ujar Luluk.

Dalam pembuatan undang-undang, Guru Besar Hukum Agrararia FH UGM, Prof. Maria S.W. Sumardjono, mengatakan, RUU ini harus memenuhi asas-asas materil dan formil.

Contoh asas tersebut adalah kejelasan tujuan. Omnibus law ini tujuannya untuk siapa, apakah tenaga kerja atau para investor. Yang kedua adalah dapat dilaksanakan.

Maria menambahkan, apabila isinya berantakan, bagaimana bisa dapat dilaksanakan. Lalu ada pula keterbukaan, keadilan, dan ketertiban kepastian hukum yang masih belum jelas dalam RUU ini.

Reporter: RRA

177