Home Kebencanaan Bengawan Solo Kritis, Warga Jaten Bersiap Mengungsi

Bengawan Solo Kritis, Warga Jaten Bersiap Mengungsi

Karanganyar, Gatra.com - Sebanyak 165 jiwa warga RT 07/RW VI Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten bersiap mengungsi dari perkampungannya yang terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo. Sungai Bengawan Solo yang berkondisi kritis bisa kapan saja menggenangi tempat tinggalnya.

Pada Minggu (1/3) malam, tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di jurug mencapai 7,97 meter. Air yang masuk ke perkampungan menyalakan sirine EWS status siaga kuning. TMA pada Senin (2/3) pukul 10.00 WIB turun menjadi 5,95 meter. Meski statusnya berubah normal, namun hujan dari hulu potensial menaikkan TMA sewaktu-waktu.

Kadus Benowo, Guntoro mengatakan warga di bantaran sudah bersiaga mengungsi sejak Minggu malam. Tim sukarelawan, BPBD dan Forkopimcam Jaten berada di lokasi untuk mengevakuasi warga. Lantaran air surut, tim berangsur membubarkan diri sambil mengamati situasi. Warga sendiri telah berkemas jika sewaktu-waktu sungai meluap.

"Warga membangun anjang-anjang, yakni tempat menyelamatkan barang-barangnya di atap. Landasannya dari bambu. Ketinggian 2 meter sampai 3 meter. Jika banjir, barang tersebut enggak terbawa banjir atau basah dan rusak," kata Guntoro kepada Gatra.com, Senin (2/3).

Ia mengatakan banjir di wilayah tersebut langganan tiap musim penghujan. Kali terakhir banjir terjadi pada Maret 2019 lalu. Ia mendesak dibangun parapet untuk mencegah air meluap ke perkampungan. Usulan bangunan pencegah banjir itu mencuat sejak 2017, namun belum terealisasi sampai sekarang. Ia menyadari pembangunannya membutuhkan biaya tak sedikit.

"Kita usulkan di APBDes, namun tidak terakomodir. Gubernur dan bupati sudah meninjau lokasi kampung. Katanya mau dibangunkan. Kami menagih janjinya. Sebab itu solusi permanen masalah banjir di sini. Bantaran di sisi barat sudah dibangunkan parapet oleh BBWSBS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo)," katanya.

Sementara itu, alat deteksi banjir di bantaran Sungai Bengawan Solo di Ngringo, Jaten dan Waru, Kebakkramat diklaim berfungsi normal. Sirine akan berbunyi nyaring dan lampu merah menyala saat TMA di level ketinggian 9 meter.

Warga RT 07/RW VI Hartini mengatakan telah mengemas dokumen penting seperti KK, ijazah dan sertifikat miliknya dan anggota keluarga. Anjang-anjang di rumahnya disiapkan di bagian tengah serta belakang.

"Anjang-anjang di tengah untuk menyelamatkan kasur. Sedangkan belakang untuk menyelamatkan TV serta alat elektronik lainnya," katanya.

Ketua RT 07/RW VI, Budi HS mengatakan skenario evakuasi disiapkan bagi para manula dan balita. Bersama mereka, seluruh warga akan mengungsi di Masjid Al Maming yang tak jauh dari perkampungan itu.

"Ada 7 manula dan 25 balita. Manula yang tidak bisa mandiri tiga orang. Sukarelawan sudah mendata siapa saja yang butuh bantuan evakuasi," katanya.

2276