Home Kesehatan Kampanye Cegah Corona, UMP Bagikan Masker dan Cek Kesehatan

Kampanye Cegah Corona, UMP Bagikan Masker dan Cek Kesehatan

Purwokerto, Gatra.com - Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengampanyekan upaya pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Mereka menggelar pengecekan kesehatan serta sosialisasi cara mencuci tangan di halaman Gedung Rektorat UMP, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Kamis (5/3).
 
Di sela kegiatan, para mahasiswa serta Wakil Rektor UMP Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr Jebul Suroso membagikan masker kepada para mahasiswa, dosen, maupun masyarakat di sekitar lingkungan kampus. Sebelumnya, mereka melakukan aksi mencuci tangan menggunakan sabun atau antiseptik secara bersama-sama.
 
Wakil Rektor UMP Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr Jebul Suroso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pesan untuk masyarakat Indonesia. Sebab, saat ini tengah terjadi penyebaran Virus Corona. Dia pun meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang.
 
"Pesan dari UMP yang pertama adalah mari kita coba tenang. Kita menenangkan diri kita, tidak panik dengan adanya informasi yang seperti itu. Tenang karena tidak semua di antara kita akan terjangkit (Virus Corona) itu," kata Jebul.
 
Menurut pengajar di Fakultas Ilmu Kesehatan UMP ini, pada dasarnya penyakit tersebut dari dulu sebenarnya ada. Apabila sekarang penyakit itu ada, masyarakat bisa mencegahnya.
 
Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengecek kesehatan warga kampus di depan Gedung Rektorat UMP, Kamis (5/3). (GATRA/Nugroho Sukmono)

 

 
Dia mengatakan, kegiatan kali ini bertujuan untuk mengampanyekan pencegahan dan agar tidak terjadi penularan Covid-19. Selain itu, pihaknya UMP juga mengeluarkan imbauan dan pencegahan kepada warga kampus untuk berkunjung ke luar negeri. Hal itu juga diserukan kepada seluruh masyarakat.
 
"Banyumas saat ini sudah mulai ada yang (diduga) kena, itu datangnya dari luar negeri. WNI yang datang dari luar negeri, kemudian datang ke tempat kita, kemudian terindikasi atau diduga (suspect) membawa corona. Itu punya potensi untuk menular," ucapnya.
 
Jebul mengatakan, selain pencegahan, dalam kampanye tersebut juga diisi imbauan untuk tenang dan jujur. Masyarakat dan pemerintah harus jujur bahwa kita pernah kontak atau tidak dengan komunitas yang terindikasi tertular corona.
 
"Setelah kita jujur, kita kemudian tenang, kita periksakan diri kita. nanti tidak terjadi orang yang membawa virus nanti secara otomatis menularkan ke yang lain," jelasnya.
238