Home Hukum Tyas dan Gisella Diperiksa Polda Jatim soal Carding

Tyas dan Gisella Diperiksa Polda Jatim soal Carding

Surabaya, Gatra.com - Setelah Awkarin dan Ruth Stefanie, kini giliran Tyas Mirasih dan Gisella Anastasia yang memenuhi panggilan Polda Jawa Timur. Polisi memanggil dua artis itu dalam kasus dugaan illegal access dan ilegal ID atau pencurian data digital (carding).

Tyas dan Gisella menumpangi mobil yang sama pada pukul 10.00 WIB. Tanpa banyak komentar, Tyas dan artis yang akrab disapa Mama Gempi itu langsung memasuki ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, pihaknya langsung memeriksa dan mengorek keterangan dari dua artis itu. Seperti Awkarin dan Stefanie, penyidik juga melontarkan 30 pertanyaan kepada Tyas dan Mama Gempi.

"Kebutuhan penyidik dalam berkas perkara sebagai saksi dilakukan untuk analisa. Berikutnya, kita tunggu tindak lanjut dari penyidik," kata Truno di Mapolda Jawa Timur, Jumat (6/3).

Truno menjelaskan, proses pemeriksaan Tyas dan Mama Gempi berdasarkan fakta terkait edorsement yang diterima dari para tersangka. Yakni berupa tiket wisata ke luar negeri dan voucher menginap di hotel.

Mama Gempi menerima dua kali endorsment berupa tiket wisata Jakarta - Malaysia senilai Rp25 juta. Sedangkan Tyas, menerima endors berupa voucher menginap gratis di hotel di Singapura senilai Rp5 juta.

Gisella Anastasia saat mendatangi Mapolda Jawa Timur. (GATRA/Aryo Mahendro/Wan)

"Kami akan lakukan pendalaman. Terutama terkait beberapa keterangan tentang manajemennya. Melalui manajemen (Tyas dan Mama Gempi) melakukan transaksi komunikasi dan transaksi pembayaran," kata Truno.

Sementara itu, Tyas mengaku di-endors tersangka pada Desember tahun lalu. Begitu pula dengan Mama Gempi yang mengaku menerima endorsment pada Mei 2019.

Selain endorsement berupa tiket perjalanan dan voucher hotel, kedua artis cantik itu mengaku tidak menerima uang atau bayaran sepeser pun. Tyas dan Gisel mengaku hanya melakukan transaksi berupa jasa.

Meski pernah di-endors, Tyas dan Gisel mengaku tidak mengenal para tersangka. Tyas mengatakan, dirinya dihubungi salah seorang tersangka melalui Instagram.

"Kalau kak Tyas melalui Instagram. Kalau saya melalui Instagram dan Whatsapp pribadi asisten saya. Jadi, secara personal kami enggak kenal. Tapi melalui proses endorement, jadi deket [kenal]," kata Gisel.

Untuk itu, Gisel berpesan kepada rekan sesama artis dan selebgram lain agar berhati-hati sebelum menerima endorsement dari pihak yang tidak dikenal. Terutama, endorsment berupa produk kecantikan.

"Ya harus berhati-hatilah ke depannya. Jadikan pelajaran buat [artis] yang lain juga. Enggak nyangka kalau ada tindak kriminal juga, maksudnya penyalahgunaan fungsi dalam bidang jasa," kata Tyas dan Gisel kompak.

153