Home Kebencanaan Panglima TNI dan Kapolri Luncurkan Aplikasi Lancang Kuning

Panglima TNI dan Kapolri Luncurkan Aplikasi Lancang Kuning

Pekanbaru, Gatra.com -  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berserta Kapolri Jenderal Idham Azis menghadiri acara peluncuran aplikasi Lancang Kuning Nusantara. Acara peluncuran ini digelar di Gedung Daerah Pemerintah Provinsi Riau, jalan Diponegoro Pekanbaru, Senin (9/3). 
 
Aplikasi Lancang Kuning adalah aplikasi untuk melakukan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan melalui pendekatan teknologi. Aplikasi yang sudah tersedia di Play store ini menawarkan sejumlah fitur yang membantu reaksi cepat pemadaman karhutla. Penggunaannya pun terbilang mudah,

Melalui aplikasi ini warga bisa melaporkan kebakaran yang terjadi,  atau hanya sekadar mencari informasi seputar titik panas. Aplikasi Lancang Kuning juga membuka keikutsertaan masyarakat sebagai relawan. Bukan hanya itu melalui aplikasi ini para penderma juga bisa menyalurkan bantuanya. Adapun aplikasi Lancang Kuningaplikasi dikembangkan oleh Noobdeveloper dan telah di download oleh lebih 50 ribu orang.

 
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sambutannya mengatakan, aplikasi tersebut berisikan informasi titik panas atau hotspot secara realtime dengan menggunakan pengindraan jarak jauh. Selain itu juga menyajikan data titik panas per wilayah , termasuk juga arah angin dan perawanan disuatu wilayah. 
 
"Sehingga membantu aparat pemadaman kebakaran hutan dan lahan . Aplikasi ini sangat penting dimiliki oleh wilayah-wilayah yang setiap tahun terjadi karhutla," ungkapnya kepada Gatra.com, Senin (9/3). 
 
Meskipun aplikasi tersebut bakal banyak beperan meredam karhutla, Panglima mengingatkan kerjasama lintas instansi tetap diperlukan. Terlebih aplikasi itu membutuhkan identifikasi visual untuk mengoptimalkan upaya deteksi dini.
 
Adapun Gubernur Riau Syamsuar berharap peluncuran aplikasi Lancang Kuning Nusantara dapat beperan positif bagi Riau dan daerah-daerah lainnya. 
 
"Kami menyambut baik peluncuran aplikasi ini. Apalagi Riau rentan mengalami karhutla. Kami tentu berharap aplikasi ini juga baik bagi provinsi lain, " tekannya. 
 
Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Pangkobwilhan I Laksamana madya Yudo Margono, Pangdam Bukit Barisan Mayjend MS Fadhilah dan 11 Kapolda. 
192