Home Kebencanaan Banjir Tahunan, Bantul Butuh Normalisasi Sungai

Banjir Tahunan, Bantul Butuh Normalisasi Sungai

Bantul, Gatra.com - Kawasan sungai di Bantul membutuhkan normalisasi secara menyeluruh. Bencana alam di musim hujan, terutama banjir, mengakibatkan kerugian miliaran rupiah setiap tahun.

Usulan normalisasi sungai di Bantul ini diutarakan Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto usai meninjau kerusakan talud di Balai Latihan Kerja (BLK) Bantul, Selasa (10/3).

"Bantul menjadi daerah hilir semua sungai yang berada di Sleman dan Kota Yogyakarta," katanya.

Sebagai upaya antisipasi banjir di Bantul, Dwi meminta koordinasi dan kerjasama dari kedua daerah tersebut untuk meninjau ulang kemampuan sungai menerima debit air di musim hujan.

Koordinasi ini akan fokus melihat kondisi sungai untuk menampung debit air atau membutuhkan normalisasi. "Melihat fakta dan kondisi tahunan, terutama di musim hujan, saya kira normalisasi sungai adalah kunci mengatasi hal ini," ujarnya.

Karena itu, dirinya berharap Pemda DIY mempertimbangkan usulan untuk melakukan normalisasi sungai agar banjir tahunan tak terulang.

Selai n banjir, selama cuaca ekstrem tiga hari ini, sejak Sabtu (7/3) sampai Senin (9/3), sekitar 36 rumah warga dan beberapa kantor instansi publik di Bantul rusak karena tertimpa pohon.

"Satu jembatan di Dusun Ngepet, Srigading, Sanden putus akibat terjangan air Sungai Winongo Kecil. Sedangkan satu jembatan di Selopamioro, Imogiri, rawan putus karena talud penahan ambrol," jelasnya.

Akibat bencana ini, Dwi mengatakan, kerugian ditaksir tak kurang dari Rp1 miliar. Kerugian karena bencana ini diperkirakan bertambah besar mengingat BMKG memperkirakan hujan deras disertai angin kencang berlangsung sampai akhir Maret.

Sekretaris Daerah Pemkab Bantul Helmi Jamharis mengatakan, peninjauan daerah terdampak bencana digelar di beberapa lokasi sebagai langkah menyusun rencana anggaran biaya (RAB) perbaikan.

"Terutama untuk infrastruktur vital publik, seperti jembatan putus, agar arus transportasi masyarakat tidak terganggu," katanya.

Helmi mengatakan, selama musim hujan ini, Pemkab Bantul menyiapkan tim reaksi cepat yang khusus bertugas membersihkan sampah yang menghalangi arus sungai.

265