Home Ekonomi Turis Manca Turun, Borobudur-Prambanan Bidik Siswa SMA

Turis Manca Turun, Borobudur-Prambanan Bidik Siswa SMA

Sleman, Gatra.com – PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan domestik setelah wisatawan mancanegara berkurang akibat virus Corona Covid-19. Langkah ini diambil karena diprediksi selama 2-3 bulan mendatang kunjungan wisatawan mancanegara belum pulih.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono ingin dampak ekonomi atas Covid-19 diminimalkan di tiga kawasan candi. “Kami tahu dua atau tiga bulan ke depan recovery wisatawan mancanegara masih sulit. Maka kami berupaya untuk mendongkrak wisatawan Nusantara,” kata Edy di Rama Shinta Garden Resto, kawasan Candi Prambanan, Sleman, Jumat (13/3).

Edy menyebut menurunnya kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko berdampak pada perekonomian di kawasan sekitarnya, termasuk ke para pedagang makanan atau minuman, jasa transportasi, dan penginapan.

“Perputaran ekonomi harus tetap berjalan. Kami sangat terbantu dengan upaya pemerintah, salah satunya agenda libur nasional. Kami sedang menyiapkan apa yang bisa dilakukan supaya bisa menjaga dan meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara,” ujarnya.

Edy mengatakan kunjungan turis lokal bakal didongkrak di hari kerja, seperti lewat acara gathering atau pertemuan perusahaan. “Promosinya adalah rapat di destinasi. Bagaimana korporasi ikut berperan menjaga sektor parwisata dengan melakukan kegiatan kantor di luar. Aktivitas mereka tetap berjalan, tapi berdampak pada ekonomi destinasi,” katanya.

Program lain menyasar siswa SMA yang akan kuliah. Apalagi tiga candi takjauh dari tiga universitas besar, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sebelas Maret Solo.

"Kami akan buat program semacam studi pendalaman anak-anak SMA mempersiapkan ke jenjang kuliah. Targetnya siswa SMA bisa pendalaman di kampus-kampus dan bisa melakukan perjalanan wisata,” katanya.

PT TWC juga menyiapkan studi arkeologi di kawasan candi untuk siswa. “Ini tetap bersifat edukasi. Jadi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajarnya,” katanya.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT TWC Hetty Herawati mengatakan hari libur nasional akan dimaksimalkan untuk menggenjot turis lokal. Selain itu, beberapa agenda digelar di libur panjang.

“Maret ada perayaan Nyepi dan gelar budaya Wisnu Sakti yang tetap akan dilaksanakan. April ada libur panjang dan Mei juga ada perayaan Waisak yang terpusat di Candi Borobudur,” pungkasnya.

 

119