Home Kesehatan NTT Pertimbangkan Penutupan Tapal Batas dengan Timor Leste

NTT Pertimbangkan Penutupan Tapal Batas dengan Timor Leste

Kupang, Gatra.com - Mengantisipasi penyebaran Coronavirus (Covid-19), Pemerintah Provinsi NTT mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan arus keluar masuk orang di pintu masuk perbatasan dengan Negara Timor Leste selama dua bulan. 

“Menutup pintu masuk perbatasan memang perlu pertimbangkan serius. Prinsip dasarnya untuk dua bulan ini. Tidak untuk selama-lamanya. Kita perlu mengantisipasi dan menahan diri. Membatasi perlintasan orang. Lebih murah menahan orang untuk tidak masuk, dari pada kita masuk dalam isu besar bahwa terjadi penularan virus corona yang sangat besar di NTT,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Selasa (17/3). 

Gubernur meminta Sekda NTT Ben Polo Maing dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan kasus corona Provinsi NTT yang telah dibentuk melalui Keputusan Gubernur Nomor 103 tanggal 13 Maret 2020, agar segera merumuskan secara cepat dan tepat langkah-langkah teknis pembatasan ini. Penerbangan ke Timor Leste pun untuk sementara dihentikan.

“Saya minta tim gugus tugas untuk cepat merumuskan langkah–langkah teknis terkait rencana penutupan ini. Ini masalah serius yang perlu kita antisipasi. Kita harus membatasi sungguh-sungguh keluar masuknya orang lewat perbatasan. Termasuk sebenarnya kalau Jakarta sudah masuk daerah yang terpapar luar biasa, semua yang dari Jakarta juga harus diisolasi selama dua minggu,” jelas Viktor Bungtilu Laiskodat.

Tindakan ini, lanjut Viktor Bungtilu Laiskodat merupakan langkah antisipatif yang paling efektif karena mumpung NTT masih dalam kategori daerah negatif virus corona. Karena menurut estimasi dari Badan Intelejen Negara, puncak virus ini ada di bulan Mei. Hitungan dua bulan itu mencakup Maret sampai April serta April sampai Mei. Juni awal dilihat lagi, karena Juni kita sudah masuk musim kering.

“Sarana dan sumberdaya yang kita miliki masih terbatas, sementara penyebaran virus ini sangat cepat. Karenanya perlu diambil langkah seperti ini agar jangan sampai penyebaran di NTT tidak tertangani dengan baik. Kita harus berusaha sungguh agar diri kita dan daerah ini terhindar dari virus corona. Cara yang paling murah adalah menutup diri secara terbatas baik secara pribadi maupun sebagai suatu daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse Ambeno Timor Leste, Marya Silaban, memberikan apresiasi atas langkah koordinatif dan integratif yang cepat dari Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona.

“Namun kami minta kalau sekiranya ada kesepakatan pembatasan sementara di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste (Tiles), agar diberikan jangka waktu sehingga ada persiapan bagi warga Timor Leste dan warga negara luar yang ada di sana," ujarnya.

Meski dia setuju dengan pembatasan tersebut, namun diharapkan pembatasan hanya sebatan orang saja, sedangkan untuk sembako dan BBM tetap diziinkan karena perlintasan BBM terutama solar dan sembako semua masuknya dari wilayah Indonesia

Harapan yang sama diungkapkan Konsulat Jenderal Timor Leste di Kupang, Jesuino Dos reis Matos Carvalho. Menurutnya, pemerintah Timor Leste pada dasarnya mendukung ide pembatasan sementara tersebut untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat NTT dan Timor Leste.

“Demi masyarakat kita, silahkan saja Bapak Gubernur melakukan apa yang terbaik untuk masyarakat kita di NTT dan Timor Leste. Cuman kami minta waktu untuk mempersiapkan hal ini,” jelas Matos.

217