Home Ekonomi Hadapi Krisis Corona, Peningkatan Produksi Pertanian

Hadapi Krisis Corona, Peningkatan Produksi Pertanian

Jakarta, Gatra.com - Pakar Ekonomi Rizal Ramli menyebut sektor pertanian adalah solusi yang tepat untuk menghadapi wabah covid 19. Sektor pertanian, kata dia, memiliki kekuatan nilai ekonomi yang membuat negara ini tetap bertahan dari ancaman krisis global.

"Gunakan momentum corona untuk menggenjot produksi pertanian seperti buah-buahan dan sayur-sayuran agar kita tidak melakukan impor," ujar Rizal dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TVone, Selasa (17/3).

Menurut Rizal, pertanian adalah satu-satunya sektor pasti yang tidak terlalu sulit dikerjakan. Sektor ini cukup menjanjikan karena selalu menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kata Rizal, petani hanya cukup menanam selama 3 bulan untuk selanjutnya melakukan panen.

"Nah memang ada yang tidak semua daerah cocok. Misalnya bawang putih hanya cocok di Brebes dan Pati. Tapi kita bisa minta tolong IPB untuk studi kecocokan tanah. Mungkin ada yang lain yang cocok kita bantu kredit, kita bantu bibit dan kita bantu pupuk supaya produksi mereka meningkatin," ujar Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tahun 2015 ini.

Rizal mengatakan, jika produksi pertanian mampu meningkat tajam selama 3 kuartal, maka bukan tidak mungkin Indonesia menjadi negara pengekspor bahan pangan terbesar bagi kebutuhan masyarakat dunia.

"Kalau kita berhasil melewati momentum kritis ini selama 3 kuartal maka kita akan jadi eksportir kok," katanya.

Seperti yang sering disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sudah membuka layanan Keredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 50 triliun untuk peningkatan produksi pertanian. Layanan ini ditambah dengan layanan pembagian benih, bibit dan subsidi pupuk, serta peningkatan akselerasi ekspor pertanian.

175