Home Kesehatan Sumbar Jaga Ketat 9 Titik Perbatasan Jalur Darat

Sumbar Jaga Ketat 9 Titik Perbatasan Jalur Darat

Padang, Gatra.com - Segala upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) untuk percepatan penanganan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Ranah Minangkabau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membatasi eksodus warga luar daerah masuk ke Sumbar di jalur darat.

Setidaknya, ada sembilan titik daerah perbatasan jalur darat yang dijaga ketat oleh petugas, di antaranya perbatasan Dharmasraya - Jambi, Sijunjung - Riau, Pesisir Selatan - Kerinci, Jambi dan Bengkulu, Pasaman - Riau dan Sumatra Utara, Pasaman Barat - Sumatra Utara, Solok Selatan - Jambi, serta Limapuluh Kota - Riau.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyebutkan, setiap titik perbatasan dijaga 54 orang tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Petugas perbatasan ini terdiri dari tim kesehatan, TNI/Polri, Satpol PP yang ada di kabupaten/kota, dan bekerja secara bergantian setiap harinya.

"Kebijakan itu sudah kita lakukan sejak kemarin hingga 12 April nanti. Sembilan titik itu udah kita siapkan dengan pembatasan selektif," kata Nasrul usai video conference dengan sejumlah media, Rabu (1/4).

Selain itu, pihaknya terus mengimau agar perantau Minang di luar daerah seluruh Indonesia dan luar negeri, untuk menunda pulang kampung. Tujuannya, bukan untuk mengucil perantau, tetapi untuk sama-sama memberi rasa aman bagi keluarga atau sanak famili di kampung halaman dari Covid-19.

Kendati sudah dilakukan pemeriksaan selektif dan ketat di daerah perbatasan, namun sebagian daerah hanya melakukan pemeriksaan pendatang dari luar hany satu lapis. Alasannya, dikarena daerah perbatasan masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), sementara jumlah warga yang datang dari luar terus meningkat.

"Awalnya dua titik atau dua lapis, yakni di Pangkalan dan Flyover Kelok Sembilan. Sekarang satu lapis karena APD kita terbatas," kata Irfendi Arbi, Bupati Limapuluh Kota saat konferensi pers secara daring.

360