Home Kebencanaan Pelaku Usaha Konveksi di Kudus Beralih Buat APD

Pelaku Usaha Konveksi di Kudus Beralih Buat APD

Kudus, Gatra.com - Sejumlah pelaku usaha konveksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, beralih membuat Alat Pelindung Diri (APD) untuk penaganan pendemi Covid-19, selama sepekan terakhir.
 
Salah satu pengusaha konveksi, Lutfi mengatakan, jika usaha kaos miliknya sejak 10 hari lalu, beralih membuat APD. Dalam sehari, ia mengaku mampu membuat 150-200 unit baju coverall hazmat.
 
"Iya, dikerjakan seluruh perajin. Dalam sehari kurang lebih 150 hingga 200 baju khusus bisa kami buat. Banyak order yang sudah masuk juga,"ujar pengusaha konveksi asal Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus itu, Rabu (1/4).
 
Ia menyebut jika baju coverall hazmat buatannya sudah memenuhi standar medis hingga 90 persen. Untuk harga per unitnya, ia membandrol sebesar Rp130.000 untuk bahan dengan kualitas bagus.
 
"Yang paling dekat, ada pesanan sebanyak seribu unit APD dari Aparatur Sipin Negara (ASN) Kabupaten Kudus," imbuhnya.
 
ASN di lingkungan Pemkab Kudus iuaran beli APD
 
Sementara itu, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kudus iuaran dalam pengadaan APD dengan cara memangkas 2,5 persen Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), selama dua bulan terakhir. Tak tanggung-tanggung iuran yang sudah berhasil terkumpul sebesar Rp450 juta.
 
Sekda Kudus, Sam'ani Intakoris membeberkan, uang yang terkumpul dari 7.000 ASN itu rencananya bakal dibelikan APD bagi tenaga medis di sejumlah rumah sakit di kabupaten berjuluk Kota Kretek.
 
"Sudah berjalan selama dua bulan dan setiap bulannya kita berhasil mengumpulkan Rp225 juta. Sehingga dua bulan ini kita memperoleh total sebesar Rp450 juta," terangnya di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (1/4).
 
Pihaknya mengaku sudah memesan sebanyak 1.000 unit APD kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus. "Kami memesannya melalui UMKM yang ada di Kudus sendiri, ini yang baru ada 150 unit dan sisanya masih dalam proses," jelasnya.
 
Berkenaan hal tersebut, Plt Bupati Kudus, HM Hartopo sangat mengapresiasi langkah ASN karena telah rela menyisihkan TPP untuk penanganan pagebluk. "Kami mengapresiasi karena telah memberikan kontribusi penangan virus korona," ucapnya.
234