Home Kesehatan PMI yang Di-'rapid Test' di Bali Mencapai 7.621 Orang

PMI yang Di-'rapid Test' di Bali Mencapai 7.621 Orang

Denpasar, Gatra.com - Tim Gugus Tugas Provinsi Bali telah mulai melakukan rapid test untuk mendeteksi Coronavirus Disease 2019 (Covid)-19 terhitung mulai 22 Maret 2020. Hingga 10 April, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Bali dan menjalani rapid test tecatat sejumlah 7.621 orang.

Para pekerja migran sebagian besar bisa pulang ke rumah karena hasil rapid test-nya negatif. Sedangkan beberapa di antaranya yang hasil tesnya positif, telah mengikuti proses perawatan dan beberapa di antaranya telah sembuh.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Indra, di Denpasar, Sabtu (11/4), menyampaikan, pemulangan sebagian besar PMI diorganisir oleh Kementeian Luar Negeri (Kemlu) melalui Kantor Perwakilan di negara mereka bekerja.

"Sehingga kami memperoleh informasi yang jelas terkait awak cruise apa saja yang pulang, jumlahnya, menggunakan pesawat apa, dan jam kedatangan, itu disampaikan," katanya.

Menurut Indra, Tim Gusus Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali siaga di bandara untuk memantau kedatangan para migran. Namun tidak semua migran melalui jalur luar negeri, namun ada juga melalui jalur domestik dan waktu kedatangannya tidak pasti. 

"Meski tanpa kepastian jadwal, tim kami tetap melakukan pengawasan di terminal kedatangan domestik agar tak ada yang lolos dari pemeriksaan. Kami tetap berupaya optimal," ujarnya.

Menurutnya, jika pintu masuk dapat dijaga secara baik, yang harus melakukan karantina berperilaku disiplin dan masyarakat disiplin melaksanakan imbauan pemerintah, optimistis penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.

"Harus kita pahami bahwa pandemi ini tak hanya menimbulkan dampak kesehatan, namun juga berdampak pada berbagai sektor, temasuk ekonomi. Oleh sebab itu, upaya pencegahan penyebaran menjadi begitu penting agar situasi dapat segera pulih," katanya.

Dia mengapresiasi kepada mereka yang tergerak dan terpanggil untuk berbagi dan menyumbangkan masker. Karena tidak semua masyarakat punya kemampuan untuk membeli masker.

"Apresiasi dan penghargaan juga saya berikan kepada masyarakat yang disiplin menggunakan masker, karena dengan begitu, kita tak punya potensi untuk menyebar penyakit ke orang lain. Dengan demikian, kita semua telah menjadi pahlawan kemanusiaan," katanya.

Menurut Indra, Covid-19 merupakan masalah besar yang sesungguhnya bisa diatasi dengan cara sederhana. Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tetap disiplin menggunakan masker. Mereka yang sehat menggunakan masker berbahan kain, sedangkan yang sakit harus menggunakan masker standar kesehatan yang lebih efektif.

Selanjutnya, disiplin mencuci tangan mengunakan sabun, terutama sebelum menyentuh bagian wajah seperti mata, hidung, dan mulut serta disiplin tetap berada di rumah dan jaga jarak aman ketika terpaksa harus beraktifitas di luar rumah.

166