Home Ekonomi Ditengah COVID-19, Petani Sawit Tetap Optimis

Ditengah COVID-19, Petani Sawit Tetap Optimis

Pekanbaru, Gatra.com - Meski diterpa Coronavirus disease (COVID-19), sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia tetap menunujukan optimis melalui badai ini.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan selama permintaan buah sawit masih lancar, sektor perkebunan Sawit diyakini tidak akan terpengaruh secara signifikan oleh pandemi COVID-19. 

"Sampai saat ini aktivitas perkebunan kelapa sawit , khususnya di tingkat petani belum terganggu secara signifikan, sepanjang serapan CPO bagus industri sawit tidak akan terganggu," jelasnya kepada Gatra.com saat ditemui dikantornya, Kamis (16/4). 

Bahkan kata Gulat, serapan CPO diyakini akan tetap membaik jika ada asumsi negara-negara tujuan ekspor menumpuk stok CPO sebagai antisipasi jika Indonesia lockdown. 

"Negara-negara importir itu menumpuk atau menimbun CPO sebagai antisipasi jika Indonesia lockdown . Dunia sangat tergantung CPO Indonesia," tekannya. 

Untuk diketahui, lebih dari 80 persen pasokan minyak sawit di pasaran Internasional berasal dari Indonesia dan Malaysia. Seiring kebijakan lockdown yang dipilih Kuala Lumpur, produksi CPO negeri jiran ikutan seret. Praktis saat ini, Indonesia menjadi tumpuan utama komoditi CPO dipasar Internasional. 

Berdasarkan catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), ekspor produk minyak kelapa sawit dan produk turunannya justru mengalami penurunan pada awal tahun ini. GAPKI mencatat ekspor CPO pada Januari 2020 sebesar 2,39 juta ton, angka tersebut turun 35,6% dari 3,72 juta ton pada Desember 2019. 

Terkait, hal itu Gulat mengatakan penurunan yang terjadi di awal tahun itu tidak bisa dijadikan acuan untuk mengukur dinamika industri sawit untuk beberapa bulan setelahnya. Terlebih, kebijakan lockdown banyak dipilih sejumlah negara setelah Januari. 

Bukan hanya itu, Gulat menyebut kondisi lockdown yang terjadi dinegara-negara penghasil rapreseed oil, juga membuat serapan CPO tetap berlanjut. Sebagai informasi rapreseed oil merupakan salah satu pesaing CPO di ranah pasar minyak nabati. Adapun  rapreseed oil kebanyakan berasal dari negara-negara di kawasan Eropa, China,India. Sebagian kawasan tersebut saat ini dalam keadaan lockdown. 

"Untuk Indonesia, serapan itu kan juga dipengaruhi biodiesel 30 persen. Jadi selagi ada suplai dan demand, kita petani sawit tetap optimis," ujarnya. 

Meski begitu Gulat menghimbau agar petani Sawit tetap memperhatikan kesehatan diri,caranya dengan menuruti kiat-kiat yang telah ditentukan pemerintah.

356