Home Gaya Hidup Di Karantina, Warga Juga Butuh Pendampingan Psikologis

Di Karantina, Warga Juga Butuh Pendampingan Psikologis

Karanganyar, Gatra.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karanganyar diminta memperhatikan kebutuhan selain pangan bagi warga isolasi mandiri maupun karantina. Kebutuhan itu seperti sarana kebersihan, asupan nutrisi balita hingga konsultasi kejiwaan.

Anggota Komisi IV DPRD Karanganyar, Endang Muryani mengatakan hal itu di sela pembagian bantuan logistik bagi warga isolasi mandiri di Dusun Pambregan, Desa Malangjiwan, Colomadu, Minggu (26/4). 

"Tidak hanya makanan atau lauk pauk yang dibutuhkan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Mungkin juga obat, vitamin atau pembalut bayi," katanya kepada Gatra.com di aula kantor Desa Malangjiwan. 

Kebutuhan tersebut biasanya luput diberikan pemerintah atau dermawan yang peduli kelangsungan hidup warga isolasi. Sebab, aktivitasnya dibatasi selama 14 hari tak keluar rumah. Selain kebutuhan anak, ibu dan lainnya, warga isolasi sebenarnya mengalami tekanan psikologis. Jika tak segera ditangani, dikhawatirkan berdampak buruk secara kejiwaan.

"Mereka (warga isolasi) jangan dikucilkan dari pergaulan. Perlu dilakukan pendampingan secara psikologis," katanya.

Kepala Desa Malangjiwan, Parjoko mengatakan dua warganya positif tertular corona. Keduanya kini dirawat di RS. Sedangkan satu anaknya sedang menanti rapid test. Satu anak lainnya berada di Klaten. Terkait kebutuhan selain pangan bagi warga isolasi, menurut Parjoko itu tergantung permintaan.

"Jika ada yang meminta jenis bantuan lain, kami baru menyiapkan," katanya.

Sementara itu bantuan pangan ke warga Pambregan bersumber Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Paryono. Bantuan pangan sebanyak 38 paket berisi sayuran dan sembako.

"Untuk sembako bisa bertahan 8-10 hari sedangkan sayuran untuk 5 hari per KK," kata Endang.

248