Home Internasional Ilmuwan Sebut 1 Juta Orang Dapat Tertular Covid-19 di Brasil

Ilmuwan Sebut 1 Juta Orang Dapat Tertular Covid-19 di Brasil

Rio de Jenairo, Gatra.com - Brasil akan menjadi negara sebagai tempat yang berpotensi menjadi episentrum baru akibat mewabahnya virus corona setelah Amerika Serikat. Analisa itu dikemukakan sejumlah ilmuwan menyusul sikap Presiden Jair Bolsonaro yang menganggap corona hanya sebagai "flu kecil" dan tidak membutuhkan adanya pembatasan wilayah guna memperlambat penyebaran infeksi di Eropa dan AS.

Ketika sejumlah negara bagian AS dan negara-negara Eropa bergerak secara bertahap sejak Senin mengurangi pembatasan gerakan dan perdagangan mereka, justru wabah semakin intensif terjadi di Brasil - negara terbesar di Amerika Latin, dengan 211 juta orang – sehingga mendorong beberapa rumah sakit melaporkan semakin banyak korban terinfeksi.

"Kami memiliki semua kondisi di sini untuk pandemi menjadi jauh lebih serius," kata seorang ahli virus, Paulo Brandão di Universitas Sao Paulo, Brasil, dikutip The Associated Press, Selasa (28/4).

Brasil secara resmi melaporkan ada sekitar 4.500 kematian baru dan hampir 67.000 korban infeksi yang dikonfirmasi. Namun banyak kalangan menilai jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi, karena kurangnya pengujian dan banyak orang tanpa gejala parah tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejumlah ilmuwan menyebut lebih dari 1 juta warga di Brasil memungkinkan terinfeksi virus mematikan itu. Apalagi negara tersebut akan memasuki musim dingin, yang dapat memperburuk terjadinya penyakit pernapasan.

Presiden Bolsonaro membantah tidak serius menangani penyebaran coronavirus dan menyebut orang perlu melanjutkan hidup mereka guna mencegah terjadinya krisis ekonomi. Namun sebagian besar gubernur negara bagian di negara itu telah menerapkan pembatasan untuk memperlambat penyebaran dan mendorong warga tetap tinggal di rumah.

Pada pertengahan April lalu, Bolsonaro memecat menteri kesehatannya karena bertentangan dengan kebijakannya mengenai upaya penanggulangan virus, dengan menggantikan seorang advokat untuk membuka kembali kegiatan usaha. 

Para pejabat medis di Rio de Janeiro dan empat kota besar lainnya di sana telah memperingatkan bahwa kondisi di rumah sakit berada di ambang kehancuran karena kewalahan melayani pasien lagi.

Pejabat di Sao Paulo - kota terbesar di Amerika Selatan, daerah metropolitan yang padat karena lebih dari 21 juta penduduknya yang hidup dalam kemiskinan – telah mengeluarkan sertifikat kematian selama dua minggu terakhir kepada 236 orang yang meninggal di rumah. Dua kali lipat korban meninggal dari jumlah sebelum wabah, sebagaimana dilaporkan layanan paramedis SAMU.

Manaus, sebuah kota Amazon dengan penduduk 1,8 juta jiwa, mencatat ada 142 kematian pada hari Minggu. Jumlah yang paling banyak, termasuk 41 orang meninggal di rumah. Di pemakaman utama, para pekerja telah menggali kuburan massal. Pihak Pemakaman di Brasil memperingatkan minggu lalu bahwa kota itu sudah kehabisan peti mati dan akan banyak jenazah lagi hanya dibiarkan tergeletak di sudut-sudut jalan.

147

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR