Home Kebencanaan Lima Kecamatan di Mentawai Banjir, 1.796 KK Terdampak

Lima Kecamatan di Mentawai Banjir, 1.796 KK Terdampak

Mentawai, Gatra.com - Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), mengakibatkan banjir mencapai 2,5 meter. Setidaknya tercatat 1.796 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir tersebut.

Kepala BPBD Mentawai, Novriadi menceritakan, hujan ekstrem berlangsung sejak Jumat, 1 Mei 2020 itu merendam lima kecamatan, yakni Siberut Utara, Siberut Barat, Siberut Selatan, Siberut Tengah, dan Siberut Barat Daya. Namun yang terparah Siberut Utara. "Terparah Kecamatan Siberut Utara, sebab ada lima desa yang terendam banjir," kata Novriadi kepada Gatra.com saat dihubungi dari Padang, Minggu (3/5).

Kendati belum ada korban, tapi ribuan KK warga setempat terdampak. Rinciannya, Desa Bojakan 206 KK, Desa Sotboya 195 KK, Desa Mongan Poula 287 KK, Desa Muara Sikabaluan 248 KK, Desa Malancan 185 KK, Desa Sigapokna 141 KK, Desa Matotonan 37 KK, Desa Saibi Samukup 331 KK, dan Desa Sagulubbe 166 KK.

Novriadi mengakui, hingga kini pihaknya belum menyalurkan bantuan, dikarenakan cuaca masih ekstrem dan gelombang masih tinggi. Apalagi, untuk mencapai titik lokasi banjir di pulau tersebut, setidaknya bisa memakan waktu 7-8 jam perjalanan dengan menggunakan kapal.

Kendati begitu, dikatakan Novriadi, saat ini hujan mulai reda dan bahkan kondisi banjir di beberapa desa airnya sudah mulai surut. Hanya tiga desa banjirnya masih parah dan tergenang, yakni Desa Mongan Poula Siberut Utara, Desa Sigapokna Siberut Barat, dan Desa Muntei Siberut Selatan. "Kerugian belum bisa ditaksir. Tapi yang jelas warga membutuhkan bahan pokok, seperti beras, mie instan, ikan sarden, teh, kopi, gula. Kalau obat-obatan telah disuplai pihak puskesmas masing-masing," jelas Novriadi.

Sementara Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menambahkan, bahwa pihaknya sudah menetapkan status tanggap darurat selama 10 hari sejak 1 Mei 2020 lalu. Pihaknya juga bahkan sudah menyiapkan bantuan logistik, yakni 13 ton beras untuk disalurkan ke warga terdampak.

Selain beras, juga akan disalurkan makanan siap saji, seperti mie instan, hanya saja terkendala akses karena masih tingginya gelombang laut. Sementara terkait bantuan kesehatan, sudah mulai diatasi oleh tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat. Terutama terkait obat-obatan. "Sudah 13 ton beras kita persiapkan, masing-masing camat juga sepakat memberikan bantuan. Korban jiwa belum ada, dan tenaga kesehatan sudah bergerak, meskipun ada beberapa puskesmas juga terkena banjir," terang Yudas.

212