Home Kebencanaan Misteri Sumber Klaster Indogrosir & OTG di Jamaah Tabligh

Misteri Sumber Klaster Indogrosir & OTG di Jamaah Tabligh

Yogyakarta, Gatra.com - Penambahan kasus positif Covid-19 dari empat klaster besar penularan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bahwa penularan dari klaster itu terus terjadi. Sumber penularan klaster Indogrosir masih misteri, sementara klaster Jamaah Tabligh telah menular ke orang tanpa gejala (OTG).

Pemda DIY mencatat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak tujuh kasus pada hari ini, Minggu (10/5). "Sehingga total kasus positif covid 19 di DIY menjadi sebanyak 153 kasus," ujar Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih.

Mereka terdiri dari empat warga Sleman, seorang dari Bantul, dan dua warga negara India. Enam dari tujuh kasus positif baru ini bagian dari tiga klaster besar di DIY.

Pasien dari Bantul adalah bagian dari klaster Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB). Adapun tiga warga Sleman termasuk dari klaster supermarket Indogrosir, klaster terbaru penularan Covid-19 di DIY.

Sebagai catatan, tiga warga Sleman positif dari klaster Indogrosir ini menyusul pengumuman dua hari lalu bahwa tiga warga Bantul pekerja Indogrosir positif Covid-19.

Selain enam orang ini, ada satu pekerja Indogrosir dinyatakan positif Covid-19 pada 24 April 2020 silam. Pasien asal Sleman umur 45 tahun ini diumumkan telah sembuh dari Covid-19 hari ini.

Namun hingga kini sumber penularan pada pasien positif Covid-19 pertama di klaster Indogrosir tersebut masih misteri. "Belum diketahui tertular dari mana," kata Berty.

Adapun seorang lagi warga Sleman yang dinyatakan positif Covid-19 hari ini dinyatakan tertular karena melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 yang lain.

Klaster kelompok dakwah Jamaah Tablig juga menambah pasien positif Covid-19 hari ini, yakni melalui dua warga India berusia 28 dan 76 tahun.

Belasan warga India anggota Jamaah Tabligh ini telah berada di Sleman, DIY, untuk berdakwah sejak beberapa waktu lalu. Mereka telah menjalani tes cepat dan kini diisolasi di Bantul.

Berty menjelaskan, hasil tes cepat dua warga India ini sebelumnya reaktif. Namun saat di-swab untuk tes laboratorium hasilnya negatif. Tes cepat pun diulang dengan hasil kembali menunjukkan reaktif.

Mereka pun di-swab lagi dan dites PCR. Kali ini hasil kedua orang itu positif Covid-19. "Semuanya OTG (orang tanpa gejala)," ujar Berty dalam pernyataan tertulis.

Menurut Berty, kenaikan kasus Covid-19 saat ini buah dari hasil pelacakan kasus sebelumnya. "Ini menunjukkan upaya kita untuk memutus mata rantai penularan dilakukan optimal," kata dia.

Ia menjelaskan, jika kasus positif tak dilacak, kasus lain tak akan ditemukan. "Apalagi kasus kasus tersebut adalah OTG yang sangat berpotensi menularkan lebih banyak," kata dia.

Berty menyatakan, kenaikan kasus Covid-19 di DIY juga menjadi konsekuensi atas pelacakan kontak. "Ini menunjukkan bahwa penularan masih terjadi di sekitar masyarakat, maka protokol kesehatan juga harus dilakukan oleh kita semua secara ketat," ujarnya.

Selain tujuh kasus positif baru dan seorang pasien positif Covid-19 yang sembuh, hari ini juga diumumkan seorang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia saat menanti hasil tes laboratorium.

Dengan perkembangan ini, 12 dari 152 PDP dalam proses tes meninggal dunia. Sebanyak 791 orang telah dites dengan hasil negatif Covid-19.

Dari 153 kasus positif, 60 orang dinyatakan sembuh dan tujuh meninggal. Hingga kini DIY mencatat terdapat 1.096 PDP dan 5.469 orang dalam pemantauan.(ODP). 

682