Home Teknologi Inzek: Hasil Uji Pasteur Institute, Akurasi Bizoek Lebih 95%

Inzek: Hasil Uji Pasteur Institute, Akurasi Bizoek Lebih 95%

Jakarta, Gatra.com - Produsen rapid test coronavirus disease 2019 (Covid)-19 asal Belanda, Inzek, menyatakan bahwa produk Biozek telah memenuhi semua standar dan sertifikat resmi dari lembaga terpercaya. Akurasi alat ini di atas 95%.

Inzek dalam pernyataan yang diterima Gatra.com di Jakarta, Sabtu (16/5), menepis tudingan bahwa akurasi alat tes cepat (rapid test) Biozek sangat lemah dalam mendeteksi Covid-19 dibanding alat sejenis.

Untuk mendukung pernyataan tersebut, perusahaan asal negeri kincir angin tersebut menyertakan dokumen sertifikasi hasil uji klinis dari Pasteur Institute, lembaga penelitian biomedis dan penyakit menular yang berpusat di Paris, Perancis yang berdiri sejak 1888 silam.

Menurut Inzek, Institut Pasteur telah berkiprah selama lebih satu abad dalam melawan berbagai penyakit menular. Institut Pasteur juga merupakan yang pertama mengisolasi virus HIV penyebab AIDS pada tahun 1983.

Institut yang berpusat di Prancis tersebut juga selama bertahun-tahun bertanggung jawab atas penemuan terobosan yang memungkinkan ilmu kedokteran untuk mengendalikan penyakit ganas seperti difteri, tetanus,TBC, poliomielitis, influenza, demam kuning , dan wabah.

Menurut Inzek, hasil uji klinis Biozek yang dilakukan Institut Pasteur menunjukkan bahwa uji Sensitivitas Relatif Rapid Test BNCP–402 dan BNCP–402S lebih dari 99,9% untuk IgG dan 85% untuk IgM; sedangkan Spesivitas Relatif Rapid Test adalah 98% untuk IgG dan 96% untuk IgM dibandingkan dengan hasil PCR.

Kemudian, hasil uji klinis yang dilakukan oleh CNR Virus des Infections Respiratoires Institut Pasteur Perancis juga menunjukkan hasil yang baik pada Rapid Test Biozek BNCP–402 dan dokumen pendukung lainnya.

Inzek menyampaikan bahwa produk rapid test Biozek juga sudah memiliki sertifikat Conformite` Europeenne (CE) yang memenuhi persyaratan hukum untuk dapat diperdagangkan dan dikomersialisasikan di pasar Eropa.

Menurutnya, untuk mendapatkan sertifikat tersebut melalui proses yang sangat ketat dan produk tersebut telah tercantum di laman atau website resmi Uni Eropa bahwa pada list No. 464 produk tersebut telah digunakan di negara lain seperti Belanda, Russia, Vatikan, Inggris, Portugal, Georgia, Nigeria, dan Saudi Arabia.

176