Home Kebencanaan Bupati Banjarnegara Klarifikasi Isu Tolak Bantuan Provinsi

Bupati Banjarnegara Klarifikasi Isu Tolak Bantuan Provinsi

Banjarnegara, Gatra.com - Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengklarifikasi tuduhan seorang perangkat desa bahwa ia telah menolak bantuan provinsi dalam penanganan Covid-19 ini. Klarifikasi dan bantahan itu langsung dilakukan dilakukan di desa di mana si perangkat desa tersebut bekerja, yakni desa Situwangi, Kecamatan Rakit.

Sebelumnya, sebuah video viral usai seorang perangkat desa mempertanyakan kenapa Bupati Banjarnegara menolak bantuan, di saat banyak warga yang membutuhkan. Soal penolakan bantuan itu, bupati membantah pernyataan perangkat desa tersebut.

“Ini antara nggak dong dan nggak mudeng (tidak paham). Jadi karena desakan menjawab seperti itu,” kata Budhi, dalam video, Rabu (17/5).

Ia mengaku tak pernah menolak bantuan dari Pemprov Jateng. Dia pun menjelaskan, Pemprov meminta data rumah tangga tak mampu di Banjarnegara untuk dibantu. Sebab itu, Budhi memberikan data 48 ribu rumah tangga tak mampu itu. Kemudian turun ketentuan bantuan yang akan diterima berupa bahan makanan senilai Rp200 ribu. Bantuan tersebut berupa

Dia mengemukakan, ada beberapa bantuan dari pemerintah pusat, pemprov, pemda dan lain sebagainya. Ada yang bernilai Rp200 ribu hingga Rp600 ribu. Karenanya, Budhi memprioritaskan bantuan yang nilainya lebih besar. Sebab, seorang penerima tidak bisa menerima dua bantuan yang berbeda.

Di samping itu, ia memilih mengikuti perintah presiden yakni untuk membagikan bansos dari Kemensos dan dari dana desa.

"Kalau nanti dari 48 ribu penerima itu masih ada yang tercecer, baru kami akan ajukan ke pemerintah provinsi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Budhi juga mengaku telah memaafkan. Ia menganggap Parmin salah memahami kebijakan pemerintah daerah. Ia mengimbau agar perangkat desa maupun masyarakat mengklarifikasi ketika menerima informasi. Sebab, jika memviralkan informasi tanpa klarifikasi bisa dipidana.

“Sudah minta maaf, ya saya sebagai Bupati Banjarnegara ya sudah memaafkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perangkat Desa, Parmin juga mengaku salah. Ia kemudian meminta maaf atas kesalahannya. Parmin mengaku pusing karena merasa tertekan. Sebab, tak semua warga menerima bantuan.

“Saya minta maaf. Tidak ada sedikitpun niat buruk saya kepada Pak Bupati. Saya pusing karena menghadapi warga,” ucap Parmin.

274