Home Kesehatan Dokter ini Blusukan Temui Pasien di Masa Pandemi Covid-19

Dokter ini Blusukan Temui Pasien di Masa Pandemi Covid-19

Banjarnegara, Gatra.com – Tenaga medis tengah diuji. Tugas berat menangani pasien Covid-19, membuat dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya menjadi garda terdepan penanganan penyakit mematikan itu.

Sementara, sebagian adalah kelompok rentan yang mesti dijauhkan dari fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Misalnya, pasien dari kelompok lansia. Karenanya, tenaga medis mesti rela blusukan untuk mengobati para pasien rentan ini. Terlebih untuk berkunjung ke pasien yang miskin papa.

Adalah, dr Minachun Syania yang rela masuk ke desa-desa terpencil demi mengobati pasien. Ia menembus hujan lebat dan jalan licin demi menyambangi pasien lanjut usia yang butuh pengobatan, di Desa Pucung Bedug, Kecamatan Purwonegoro. Di desa ini, ada dua orang nenek berusia lanjut, dalam kondisi buta dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, Saminem (80) dan Ratinem (75).

"Saya sebelum sahur mendapat info ada warga yang kondisinya sangat memprihatinkan, dua nenek dalam kondisi buta juga tuli. Rumahnya sangat memprihatinkan, jauh dari unsur sehat. Kami koordinasi dengan beberapa rekan, dan diputuskan untuk mendatanginya, selain pemeriksaan kesehatan, juga kita beri asupan gizi, serta sejumlah pakaian baru," kata dokter yakni kini mengabdi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara.

Di kediaman pasien, Syania memeriksa satu persatu kedua pasien tersebut. Mulai dari mata yang sudah tidak bisa menangkap sinar sedikit pun, telinga yang tak jelas pendengarannya dan tekanan darah yang tergolong tinggi. Meski keriput, dua nenek yang konon tak punya sanak saudara tersebut nampak berbinar, mendengar datangnya dokter ke rumahnya yang tak pernah terbesit akan ada dokter yang mau mengunjunginya. "Alhamdulillah onten dokter ingkang kersa teng gubug kula. (Alhamdulillah ada dokter yang mau datang ke gubug saya)," ucap Saminem.

Syania lantas menyarankan keduanya agar tak terlalu banyak makan garam karena tekanan darah yang tinggi tersebut. Untuk menjaga kelangsungan kesehatan dua nenek renta itu, ia berharap kepada pemerintah desa untuk memperhatikan kesehatan kedua lansia yang tak punya sanak saudara ini.

Sementara, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banjarnegara dr Agus Ujianto SpB mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Syania. Menurut dia, dokter muda seperti Syania ini mau blusukan, mendatangi kaum papa yang membutuhkan pengobatan. Ia berharap konsistensinya untuk membantu dan menolong sesama ini dipegang teguh dokter dokter di wilayahnya.

"Ini hal baik, dokter baru lulus, Ijin Prakteknya saja masih dalam proses, tetapi kegiatan membantu sesamanya jalan terus. Ini yang sangat kami harapkan, ada banyak manfaat yang akan dicapainya. Syukur nanti kedepan keilmuannya dilengkapi dengan kemampuan lainnya dengan tujuan membantu masyarakat sekitar," kata Agus.

776