Home Ekonomi Dukung TJPS, Mentan Bantu 40 Traktor ke Petani di NTT

Dukung TJPS, Mentan Bantu 40 Traktor ke Petani di NTT

Kupang, Gatra.com - Menteri Pertanian (Mentan)  RI Syahrul Yasin Limpo menilai program tanam jagung panen sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah gagasan brilian dan lompatan luar biasa yang akan mampu membawa NTT keluar dari kemiskinan.

“Karena sektor pertanian adalah sektor yang menjadi jawaban dan diunggulkan setelah melewati pandemi Covid-19,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan penanaman jagung untuk mendukung program TJPS di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (29/5).

Dia menyebutkan, program tanam jagung panen sapi ini adalah terobosan yang tepat dan perlu dilaksanakan di daerah yang berbasis pertanian seperti Provinsi NTT ini.

“Ini adalah program yang bermanfaat ganda. Dampak ekonomi cukup besar dan luar biasa. Batang dan daun jagung diberdayakan untuk makanan ternak yakni sapi. Hasil jualan jagungnya kemudian dibelikan sapi. Karena itu program seperti ini tepat sekali dan perlu dilaksanakan di semua Kabupaten di NTT,” jelas Syahrul Yasin Limpo

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menyerahkan bantuan kepada para petani di Kabupaten Kupang senilai Rp 103,063 miliar berupa berupa alat mesin pertanian, 40 traktor dan alat pertanian yang lain. Dengan bantuan ini diharapkan agar dengan agar para petani di NTT dapat meningkatkan produktivitas, menjadi dua kali panen dalam setahun. 

"Kunci daerah yang bisa maju itu, kalau kepala daerahnya punya managemen agenda pertanian, yang diturunkan berupa kebijakan pemerintah. Untuk itu Pak Gubernur NTT harus terus berdayakan agar para petani harus bisa bertanam 2 kali setahun,"harap Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian menilai,di masa pandemi virus corona atau Covid -19 seperti sekarang, sektor pertanian sangat tepat bagi masyarakat. Ekonomi yang bisa jalan dan diandalkan adalah pertanian.

"Karena ini masalah perut. Dalam 100 hari lagi saya mau lihat perkembangan NTT dari program tanam jagung panen sapi ini," ucapnya.

Terkait ketersediaan stok pangan secara nasional Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, produksi dan kebutuhan beras nasional, hingga akhir Desember 2020 stok beras masih akan tersedia sebanyak 4,7 juta ton beras.

“Untuk mengamankan pasokan beras di tengah pandemi Covid -19 ini kami dari Kementrian pertanian telah melakukan gerakan percepatan tanam padi 5,6 juta hektar, pada musim tanam dua di 33 Provinsi. Targetnya bisa menghasilkan produksi beras sebesar 15 juta ton pada Juli- Desember 2020. Paling tidak untuk target pesimistis bisa mencapai 13,2 juta ton,” jelasnya. 

Sementara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanain Syahrul Yasin Limpo karena telah menaruh perhatian khusus terhadap NTT.

“Atas nama rakyat NTT saya mengapresiasi kepedulian Pak Menteri Pertanian. Karena di tengah masa pandemi Covid-19 tetap peduli yang luar biasa memperhatikan pengembangan sektor pertanian di Provinsi NTT,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat.

268