Home Kesehatan Tangkal Corona, UMKM Inovasi Masker Kain Ramah Lingkungan

Tangkal Corona, UMKM Inovasi Masker Kain Ramah Lingkungan

2204

Jakarta, Gatra.com - Pandemi corona alias Covid-19 masih terus merebak. Kebutuhan terhadap alat-alat yang bisa membantu mencegah penyebaran virus corona terus meningkat, antara lain kebutuhan masker kain.

Di tengah tingginya permintaan masker, sejumlah Ibu rumah tangga dan mahasiswa yang tergabung dalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Mojokerto berinovasi menghasilkan masker kain yang berasal dari bahan yang ramah lingkungan.

Inovasi ini digagas oleh Indonesian Business Links (IBL) bekerjasama dengan Accenture dalam Program Muda Terampil Berusaha (MTB). Program ini bertujuan untuk menciptakan dan membantu para calon pengusaha muda khususnya anak muda dan kelompok perempuan untuk membangun dan menjalankan bisnis mereka agar terus berlanjut, terutama di bidang industri kreatif di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pelatihan yang diberikan berupa pembuatan masker menggunakan campuran bahan viscose rayon yang disumbangkan oleh Asia Pacific Rayon (APR). Serat viscose rayon yang dihasilkan APR bersifat renewable, mudah terurai dan berasal dari pengelolaan produksi yang lestari dan berkelanjutan sehingga menjadikannya bahan baku yang ramah lingkungan.

Anggota UMKM juga diajarkan mengerjakan pembuatan masker dengan pewarna alami, tanpa bahan kimia yang didukung oleh Perkumpulan Pewarna Alami Indonesia (Warlami). Mereka juga diajarkan mengenai teknik corak atau motif masker yang menarik dan nyaman untuk digunakan.

Tak hanya itu. IBL juga membantu memasarkan maskernya sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi UMKM di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini. Saat ini, telah dibangun Social Enterprise (SE) Rumah Muda Terampil dengan nama Juwana Juwono (Jumputan Warna Alam Juwono) untuk mewadahi usaha rintisan bagi peserta program.

Kewirausahaan sosial ini dilakukan untuk memperkuat dan memperluas akses pasar terhadap produk hasil kerajinan peserta. Perluasan akses pasar hasil kerajinan peserta tersebut dengan pendampingan dengan promosi dan penjualan melalui sosial media.

Chrysanti Hasibuan Sedyono, Ketua Dewan Pengurus Indonesia Business Links mengatakan pembuatan masker ini merupakan pilot project bagi kelompok perajin warna alam Dusun Juwono dengan menggunakan 100 persen bahan alami dariAPR.

Untuk kedepannya, dia berharap semakin banyak produk yang bisa dikembangkan oleh Dusun Juwono yang sifatnya tidak musiman, misalnya scarf dan jenis fesyen lainnya.

“Kami juga berharap program ini dapat diperluas lagi ke berbagai daerah di Indonesia. Semoga program ini juga memberikan inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain untuk turut berkolaborasi memajukan para pengrajin lokal,” ujar Chrysanti.

Direktur Asia Pacific Rayon, Basrie Kamba mengapresiasi kreativitas UMKM dalam program MTB yang turut membantu pemerintah dan industri tekstil dalam penyediaan masker kain ramah yang tengah dibutuhkan di dalam negeri.

Basrie juga mengatakan edukasi kepada UMKM tentangnya sustainable fashion sangat penting dilakukan karena fesyen yang berkelanjutan dinilai akan menjadi masa depan fesyen dunia. Indonesia, menurut dia, bisa ambil bagian dalam pasar fesyen berkelanjutan melihat potensi yang ada di Indonesia.

“Indonesia punya bahan baku tekstil yang sustainable, memiliki banyak pekerja kreatif di bidang desain yang telah mendunia, memiliki banyak sumber daya manusia di bidang tekstil, salah satunya UMKM yang dapat menggerakkan ekonomi dunia di masa depan,” ujar Basrie.

Saat ini, SE Juwana Juwono telah memproduksi ratusan masker dan kain dengan corak warna alam yang bahan bakunya berasal dari APR. Pemasaran produk masker dilakukan melalui social media seperti What Apps, Instagram, Facebook serta website. Sedangkan untuk kain dilakukan melalui forum lelang virtual.

Tujuan forum lelang virtual tidak hanya sebagai sebagai sosialisasi Program Muda Terampil Berusaha ke khalayak luas namun juga sebagai wujud kampanye Eco Fashion. Diharapkan wirausaha sosial yang dijalankan saat ini dapat terus bertahan (survive) meski dalam kondisi Corona-economy.

Sebagai informasi, Indonesia Business Links (IBL) adalah lembaga nirlaba yang mendorong bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, atau yang dikenal luas sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia. Selama 17 tahun terakhir, salah satu tema program yang dijalankan bersama dengan mitra-mitra perusahaan adalah Program Pemberdayaan Pemuda.

Sejak tahun Tahun 2014, IBL didukung oleh Accenture Indonesia menyelenggarakan Program Muda Terampil dalam penyiapan kerja (employability) dan kewirausahaan (entrepreneurship). Program ini merupakan pelaksanaan dari program global Skills to Succeed yang diinisiasi oleh Accenture Indonesia.

Pada tahun 2016 program pemberdayaan pemuda difokuskan untuk menjadi wirausaha yang andal atau Program Muda Terampil Berusaha (MTB). Hingga tahun 2019, IBL kembali mendapatkan kepercayaan dari Accenture Indonesia untuk menjalankan Program MTB Fase Ketiga atau yang lebih dikenal dengan Program Rumah Muda Terampil untuk mempersiapkan pemuda agar berani memulai usaha dan menjadi wirausaha muda yang andal.

Bila pada fase sebelumnya Program MTB dilaksanakan di Kabupaten Karawang Jawa Barat, fase ketiga ini program dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Program ini juga telah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto.

 

 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS