Home Kebencanaan Rawan Salat Jumat di Jalan, JK Minta Digelar 2 Shift

Rawan Salat Jumat di Jalan, JK Minta Digelar 2 Shift

Surabaya, Gatra.com - Masjid salah satu tempat ibadah yang sudah diperbolehkan dibuka. Pelaksanaan ibadahnya juga wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar jemaah saat menunaikan salat.

Hanya, penerapan protokol tersebut mengakibatkan berkurangnya kapasitas masjid. Terutama, saat masjid menggelar ibadah salat Jumat. Banyak jemaah yang tidak mendapat tempat di dalam Masjid.

Menanggapi itu, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengimbau agar ibadah salat Jumat digelar dua kali. Supaya, jemaah yang tidak dapat tempat, tidak memaksa melaksanakan salat Jumat di jalanan.

"Kalau dilonggarkan satu meter, maka berarti sisa kapasitas itu 40% persen. Kemana sisanya saat salat Jumat. Akibatnya, banyak orang salat jalan. Bahaya sekali kalau salat di jalan," kata JK saat bertandang di Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6).

JK menuturkan, banyak bahayanya apabila seseorang menunaikkan ibadah salat Jumat di jalanan. Mulai dari banyak orang yang melintas lalu batuk-batuk, hingga meludah sembarangan.

Sehingga, penting bagi takmir masjid agar menggelar salat Jumat dengan dua shift. 

Jusuf Kalla menyatakan bahwa ibadah salat Jumat yang digelar dua kali adalah sah dan telah melalui pembahasan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Karena itu solusinya, salat di masjid harus dua shift. Itu sudah disetujui Majelis Ulama Indonesia. Boleh sekali, boleh dua kali. Secara agama sudah kami bicarakan, dan sah," kata Jusuf Kalla.

126

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR