Asahan, Gatra.com - Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia asal kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) dipulangkan ke Indonesia. Pemulangan TKI tersebut dilakukan atas kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia dengan Indonesian Diaspora Network Chapter Malaysia, serta Pemerintah Kota Tanjung Balai dan Kabupaten Asahan.
Ratusan PMI tersebut dipulangkan oleh Pemerintah kabupaten Asahan dengan menggunakan kapal feri. PMI tiba di pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, Kamis malam (2/7). Pemerintah kabupaten Asahan melaporkan, terdapat 216 pekerja migran yang berhasil dipulangkan. Pemulangan PMI didampingi oleh 8 orang staf KBRI.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Asahan melaporkan saat ini ratusan PMI tersebut lebih dari tiga bulan terkatung-katung di Malaysia. Mereka kehilangan pekerjaan setelah pemberlakuan kebijakan lockdown oleh pemerintah negara setempat.
Para PMI tersebut meminta bantuan Pemkab Asahan untuk memfasilitasi pemulangan mereka ke tanah air sejak April silam. Setelah berbulan-bulan menunggu baru akhirnya Pemkab Asahan menyahuti aspirasi mereka dengan memfasilitasi pemulangan ratusan pekerja migran tersebut.
Bupati Asahan, Surya menyatakan, pemulangan ratusan pekerja migran tersebut tanpa dipungut biaya, dan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah setempat. Mereka seharusnya sudah kembali ke tanah sejak Rabu kemarin. Pemulangan para pekerja migran sempat tertunda karena terganjal persoalan administrasi.
Kedatangan ratusan PMI tersebut disambut langsung oleh Bupati Asahan, Walikota Tanjung Balai, Dandim 0208 Asahan, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Kapolres Asahan, Kapolres Tanjung Balai, KSOP Tanjung Balai dan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun di Pelabuhan Teluk Nibung.
"Mereka akan kita tempatkan dulu di karantina kolam renang Asahan. Setelah itu baru mereka dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing yang akan diantar langsung oleh para camat dari kecamatan asal para pekerja migran masing-masing," terang Surya.



