Home Ekonomi Ini Pendapat Akademisi soal Poster Debat Adian Vs Erick

Ini Pendapat Akademisi soal Poster Debat Adian Vs Erick

Jakarta, Gatra.com - Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, mengatakan, mendukung terselenggaranya debat terbuka dan buka-bukaan soal BUMN antara Anggota DPR RI, Adian Napitupulu Vs Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

"Saya berpendapat diskusi ini saya setuju, tetapi dengan catatan mengungkap persoalan. Bukan mencari persoalan-persoalan baru, bukan saling meyalahkan satu sama lain," kata Emrus, Jumat (3/7), diminta tanggapan soal beredarnya poster tantangan debat antara Adian Vs Erick di media sosial.

Emrus menyampaikan, mendukung terjadinya debat asalkan tidak memosisikan Adian dan Erick dalam kondisi nyaman atau tidak. Debat ini harus menjadi wadah "membongkar" hakikat persoalan atau masalah yang dihadapi BUMN demi kepentingan bangsa dan negara.

"Sehingga kita tahu persis apa sih yang terjadi di BUMN-BUMN yang ratusan perusahaan itu. Nah, kalau itu tujuannya saya termasuk yang mendukung ini," ucapnya.

Sedangkan soal munculnya poster debat, Emrus berpendapat ini, kemungkinan 3 hal. Pertama, pihak ketiga bisa individu maupun kelompok yang tidak mempunyai relasi atau hubungan dengan Adian maupun Erick.

"Nah, kalau itu pihak ketiga yang tidak ada hubungannya dengan kedua belah pihak, maka saya berkesimpulan, kecil kemungkinan terjadi perdebatan itu dan mereka punya agenda tertentu. Bisa saja agendanya kalau itu tidak berhubungan dengan salah satu dari kedua ini, sekadar hanya menghangatkan ruang publik," katanya.

Kedua, kemungkinan yang membuat poster ini hasil komunikasi dari salah satu pihak, baik itu Adian atau Erick. Kalau ada hubungan dengan salah satu pihak, peluang terlaksananya debat itu lebih besar. Karena di sana ada kepentingan dari Adian Napitupulu maupun Erick Thohir.

"Kemungkinan ketiga, adalah memang kesepakatan dari kedua belah pihak ini ingin berdebat. Kalau itu terjadi, maka hampir dipastikan perdebatan ini akan jalan," tandasnya.

Dari ketiga kemungkinan tersebut, Emrus lebih cenderung memilih yang pertama, yaitu dibuat oleh pihak pertama tanpa ada hubungannya dengan kedua belah pihak. Sehingga kecil kemungkinan terjadinya perdebatan.

Sedangkan untuk 3 moderator, yakni Rosiana Silalahi, Najwa Shihab, dan Karni Ilyan yang ditawarkan dalam poster dan siapa yang lebih pantas untuk memandu debat antara Adian Vs Erick, Emrus mengatakan, mereka kurang pas.

"Saya terus terang, untuk konteks membicarakan keterbukaan, untuk menggali lebih mendalam, untuk mengemukakan persoalan sebagaimana adanya, mereka bertiga ini tidak pas untuk itu," katanya.

Menurut Emrus, mereka kurang pas karena 3 nama di atas adalah moderator talk show. "Artinya talk show, selain talk membicarakan persoalan, juga ada show-nya. Kalau ada show-nya,berarti pertanyaan-pertanyaan, pesan-pesan, dan pilihan kata bisa juga tendensius. Padahal, yang mau kita buka sesungguhnya adalah keterbukaan, apa yang terjadi sesungguhnya."

Karena itu, Emrus memberikan opsi lain untuk moderator ini. "Moderator yang pas, karena judulnya membongkar tanda kutip apa yang sesungguhnya terjadi, sebaiknya moderator dari orang kampus. Akademisi. Kenapa, diskusi kita sudah terbiasa ilmiah," katanya.

Menurutnya, dosen-dosen atau akademisi pantas dipilih karena tujuan debat ini untuk menggali berbagai masalah di BUMN dan tidak menyajikan unsur show untuk menarik perhatian penonton.

"Kalau memang tujuannya show, mereka bertiga ini bisa salah satu. Tapi kalau membongkar atau melihat hakikat persoalan, dari kampuslah. Jadi oleh karena itu, penawaran 3 moderatoran ini harusya 1 lagi, harus ada dari orang kampus. Supaya terpilih yang mana. Kalau terpilih dari kampus, menurut pandangan saya, mencari hakikat persoalan. Kalau 1, 2, 3 ini adalah show," ujarnya.

588